07 January 2020, 11:45 WIB

BNPB Siapkan 6,4 Ton Garam untuk Halau Awan


Cindy | Humaniora

ANTARA/Aprillio Akbar
 ANTARA/Aprillio Akbar
Petugas BPPT menunjukkan lokasi penyemaian garam ke awan dalam Operasi TMC di sekitar wilayah perairan Selat Sunda.

SEBANYAK 6,4 ton garam alias natrium klorida (NaCl) disebar di awan pada Senin (6/1). Langkah itu dilakukan dalam operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC).

"Guna mengalihkan potensi awan hujan sebelum hujan lebat masuk wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi)," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo di Jakarta, Selasa (7/1).

Menurut dia, TMC dijalankan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

BPPT, kata dia, melaporkan penyemaian dilakukan berdasarkan data pertumbuhan awan yang didominasi faktor gerakan massa udara secara horizontal di awan.

Baca juga: BNPB: Jumlah Pengungsi Banjir Menurun

Wilayah penyemaian dilakukan di wilayah barat daya, barat, dan barat laut Jabodetabek. BPPT menjalankan operasi TMC dengan menggunakan pesawat jenis CN295 dan CASA 212-200.

Agus menuturkan hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek pada sore harinya. Hingga kini, bahan semai jenis garam yang digunakan telah mencapai 25,6 ton.

Berdasarkan data BNPB, hingga Senin (6/1), sebanyak 67 korban meninggal akibat banjir dan longsor di Jabodetabek. Satu orang dinyatakan hilang.

BNPB mengimbau masyarakat selalu siap siaga menghadapi potensi bahaya dari cuaca ekstrem sepekan ini. Ancaman banjir bandang, longsor, angin kencang, dan angin puting beliung, perlu diperhatikan serius. (OL-2)

BERITA TERKAIT