07 January 2020, 14:15 WIB

Ancam Hancurkan Situs Budaya Iran, Trump Dikecam


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menghadapi kritik yang meningkat atas ancamannya untuk menyerang situs budaya Iran.

Trump membuat ancaman di tengah sorotan dan perbincangan panas atas perintahnya membunuh komandan top Iran Qasem Soleimani.

Presiden Trump mengatakan situs budaya adalah di antara 52 target Iran yang diidentifikasi yang dapat diserang jika Iran menyerang fasilitas atau orang AS.

Tetapi, organisasi budaya PBB (Unesco) dan menteri luar negeri Inggris memperingatkan Trump bahwa situs-situs tersebut dilindungi.

AS dan Iran telah menandatangani konvensi untuk melindungi warisan budaya, termasuk selama konflik. Serangan militer yang menargetkan situs budaya dianggap sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional.

Baca juga: Trump Ancam Serang Situs Bersejarah di Iran

Jenderal Soleimani tewas dalam serangan pesawat nirawak AS di bandara internasional Baghdad Irak, Jumat (3/1) lalu, atas perintah Trump. Pembunuhan itu telah meningkatkan ketegangan regional secara tajam, dengan Iran mengancam ‘balas dendam berat’.

Trump mengatakan AS telah mengidentifikasi 52 situs Iran, beberapa 'pada tingkat yang sangat tinggi dan penting bagi Iran dan budaya Iran’, dan memperingatkan mereka akan ‘diserang sangat cepat dan keras’ jika Teheran melakukan serangan balas dendam atas kepentingan atau personel AS.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo tampaknya berusaha melunakkan ancaman dengan mengatakan AS akan bertindak sesuai hukum internasional.

Pada Senin (6/1), penasihat Gedung Putih Kellyanne Conway membela presiden, dengan mengatakan dia tidak mengatakan dia menargetkan situs budaya, melainkan hanya ‘mengajukan pertanyaan’.

Direktur Jendral UNESCO Audrey Azoulay mengatakan Iran dan AS telah menandatangani konvensi 1972 untuk melindungi warisan alam dan budaya dunia.

Kedua negara juga telah menandatangani konvensi 1954 yang melindungi kekayaan budaya jika terjadi konflik bersenjata. Trump menarik AS dari UNESCO pada 2018, mengutip dugaan bias anti-Israel.

Senator Demokrat AS Elizabeth Warren dan Chris Murphy mengatakan, Trump sedang mengancam melakukan kejahatan perang, menggemakan pernyataan serupa oleh Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

Pada Senin (6/1), Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan situs budaya dilindungi hukum internasional dan Inggris berharap agar kekayaan dunia tersebut dihormati.

Kawasan Timur Tengah dan yang lebih luas telah menderita banyak akibat serangan yang menyasar situs budaya yang dilakukan oleh kelompok teror Islamic State (IS), yang menargetkan masjid, tempat pemujaan, gereja, dan situs-situs terkenal seperti Palmyra di Suriah.

Taliban di Afghanistan menghancurkan patung Buddha tertinggi di dunia, di Provinsi Bamiyan.

Iran adalah rumah bagi dua lusin situs Warisan Dunia UNESCO. Itu adalah landmark yang menurut badan PBB perlu dilestarikan untuk kepentingan budaya, sejarah, atau ilmiah.

Di antara situs itu adalah Persepolis, ibu kota Kekaisaran Achaemenid Persia kuno, yang sisa-sisa awalnya berasal dari abad ke-6 SM.

Iran juga memiliki sejumlah situs yang--walaupun tidak terdaftar oleh UNESCO--masih mempertahankan nilai budaya yang sangat besar. (BBC/OL-2)

BERITA TERKAIT