07 January 2020, 14:00 WIB

Gempa Dahsyat Hancurkan Situs Wisata Populer Puerto Riko


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Ricardo ARDUENGO
 AFP/Ricardo ARDUENGO
Punta Ventana runtuh akibat gempa berkekuatan 5,8 pada Skala Richter yang mengguncang Puerto Riko

DESTINASI wisata populer berupa formasi batuan di Puerto Riko hancur atau runtuh setelah gempa dahsyat mengguncang pulau itu, merusak rumah-rumah dan menyebabkan pemadaman listrik.

Lengkungan batu, yang dikenal sebagai Punta Ventana, hancur, Senin (6/1) waktu setempat, ketika gempa kuat melanda.

Gempa bermaknitudo 5,8 melanda pada kedalaman 6 km (3,7 mil), di lepas pantai selatan pulau Karibia.

Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan dan tidak ada korban yang dilaporkan.

Namun, ada laporan kerusakan parah pada bangunan, tanah longsor, dan pemadaman listrik yang meluas setelah gempa bumi, yang melanda pada pukul 06:32 waktu setempat.

Baca juga: Trump Ancam Serang Situs Bersejarah di Iran

Gambar-gambar yang beredar di media sosial setelah lindu memperlihatkan rumah-rumah yang terangkat dari fondasinya dan mobil-mobil yang hancur di bawah bangunan.

Di antara pemandangan tragis terdapat gambar Punta Ventana setelah ambruk ke laut, dekat kota selatan Guayanilla.

Seorang penduduk setempat mengatakan kepada Miami Herald bahwa Punta Ventana adalah salah satu daya tarik wisata terbesar Guayanilla.

"Punta Ventana telah runtuh. Hari ini ikon kita berada dalam ingatan semua orang," ujar Glidden Lopez, seorang pejabat pers untuk dewan Guayanilla, dalam sebuah unggahan di Facebook.

Dalam unggahan sebelumnya, Lopez mengatakan formasi batuan itu telah rusak oleh getaran sebelumnya dalam beberapa hari terakhir.

Wali Kota Guayanilla, Nelson Torres Yordan, membenarkan Punta Ventana hancur.

Puerto Riko, wilayah Amerika Serikat yang berpenduduk sekitar 3,2 juta jiwa, telah diguncang serangkaian gempa sejak 28 Desember. Gempa pada Senin (6/1) adalah yang terkuat, kata US Geological Survey.

Beberapa gempa susulan, termasuk gempa bermaknitudo 5.1 lebih dari empat jam kemudian, mengguncang bagian-bagian pulau itu.

Puerto Riko, yang terletak di antara lempeng tektonik Amerika Utara dan Karibia, rentan terhadap gempa, yang telah menyebabkan kerusakan signifikan di masa lalu.

Pulau ini masih belum pulih dari Badai Maria, badai Kategori 5 yang menghancurkan sebagian Karibia pada September 2017.

Di Puerto Riko saja, badai diperkirakan telah menewaskan 2.975 orang dan menyebabkan kerusakan senilai US$100 miliar atau Rp1.390 triliun. (BBC/OL-2)

BERITA TERKAIT