07 January 2020, 09:25 WIB

John Bolton Siap Berikan Kesaksian dalam Sidang Pemakzulan Trump


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Tolga Akmen/AFP
 Tolga Akmen/AFP
Mantan Penasihat Keamanan Nasional (NSA) Gedung Putih, John Bolton.

MANTAN Penasihat Keamanan Nasional (NSA) Gedung Putih, John Bolton, menyatakan dia bersedia untuk bersaksi di persidangan pemakzulan Presiden Donald Trump di Senat.

"Saya telah menyimpulkan bahwa, jika Senat mengeluarkan surat panggilan pengadilan untuk kesaksian saya, saya siap untuk bersaksi," kata Bolton dalam sebuah pengumuman, Senin (6/1) waktu setempat.

Dia sebelumnya telah mematuhi arahan Gedung Putih untuk tidak bekerja sama dengan penyelidikan yang dipimpin Partai Demokrat.

Bolton akan menjadi mantan penasihat Trump paling senior yang memberikan kesaksian berkait investigasi pemakzulan presiden.

Trump, seorang Republikan, didakwa oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dikendalikan Demokrat bulan lalu. Dia adalah presiden Amerika Serikat (AS) ketiga yang pernah dikenai sanksi kongres.

Bolton mengatakan di situs web-nya, Senin (6/1), "Selama kontroversi pemakzulan saat ini, saya telah berusaha memenuhi kewajiban saya baik sebagai warga negara maupun sebagai mantan Penasihat Keamanan Nasional.”

"Karena kesaksian saya sekali lagi diperselisihkan, saya harus menyelesaikan masalah serius sebaik mungkin, berdasarkan pertimbangan dan pembelajaran yang cermat," imbuhnya.

Mantan penasihat keamanan nasional militant ini dipecat oleh Presiden Trump pada September setelah 16 bulan bekerja.

John Bolton adalah saksi yang berpotensi penting dalam kasus penyalahgunaan kekuasaan yang membelit Trump. Jika dia bersaksi di persidangan Senat terhadap presiden, itu bisa menjadi momen besar.

Pengumumannya mungkin sedikit meningkatkan tekanan pada kaum Republik moderat di Senat untuk bergabung dengan Demokrat dan membentuk mayoritas untuk memanggil saksi dalam persidangan presiden.

Pengetahuan potensial tangan pertamanya tentang peristiwa-peristiwa penting seputar penyelidikan yang dipimpin Demokrat akan membuatnya menjadi saksi penting.

Trump dituduh menyalahgunakan kekuasaan kepresidenan dengan menahan bantuan militer AS untuk menekan Ukraina agar merusak citra saingan politiknya, mantan Wakil Presiden Joe Biden.

Di tengah pertikaian politik, Demokrat yang menguasai DPR secara formal menunda pengiriman dua pasal pemakzulan ke Senat, yang akan memicu persidangan di majelis itu. Sejauh ini tidak jelas kapan mereka akan melakukannya.

Senat yang dikontrol Partai Republik telah menolak tuntutan Demokrat agar saksi dipanggil dalam persidangan. Pengumuman Bolton dapat memberi tekanan pada pemimpin Partai Republik, Mitch McConnell, untuk mengizinkan kesaksian tersebut.

Senat dikendalikan oleh rekan presiden dari Partai Republik dan oleh karena itu sangat kecil kemungkinan mereka akan memberikan suara setuju Trump untuk dicopot dari jabatannya. (BBC/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT