07 January 2020, 08:03 WIB

Banjir di Pati Meluas, Tiga Kecamatan Terendam


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/Akhmad Safuan
 MI/Akhmad Safuan
Banjir di Pati

BENCANA banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah meluas ke tiga kecamatan yakni Kayen, Sukolilo, dan Tambakromo. Bahkan, banjir setinggi 50 centimeter juga merendam ruas jalan Pati-Grobogan.

Pemantauan Media Indonesia, hingga Selasa (7/1) pagi, akibat guyuran hujan lebat, banjir kiriman dari Pegunungan Kendeng di Kabupaten Pati kian meluas. Ratusan rumah warga di tiga kecamatan yakni Kayen, Sukolilo, dan Tambakromo terendam banjir setinggi 40-50 centimeter.

Selain itu, hingga dini hari, banjir juga merendam ratusan hektare sawah dan bahkan ruas jalan Pati-Grobogan ikut terendam dan jalan depan RSUD Kayen, Pati tidak dapat dilintasi kendaraan baik roda dua dan empat karena ketinghuan air hampir mencapai 1 meter.

Baca juga: Kerugian Akibat Bencana Bertambah

Bencana banjir di Kabupaten Pati meluas. Sebelumnya, banjir  hanya melanda Kecamatan Margoyoso akibat jebolnya tanggul Sungai Tanjungrejo yang merendam 150 rumah warga. Namun, sekitar pukul 20.00 WIB, banjir kembali melanda dan merendam tiga kecamatan tersebut.

"Kami kaget karena tiba-tiba banjir datang dan merendam desa kami. Warga tidak dapat berbuat apa-apa karena kondisi malam dan gelap," ujar Trisno, 48, warga Desa Tambakromo, Kecamatan Tambakromo, Pati.

Pada awalnya, banjir hanya merendam sawah, lanjutnya. Namun, hanya dalam hitungan menit, banjir sudah naik dan merendam jalan perkampungan dan kemudian merendam rumah warga serta jalan umum.

Pada saat banjir mulai merendam rumah, kata Sunarti, 32, warga Kayen, sebagian warga keluar untuk memantau kondisi banjir karena khawatir terus meninggi. Sedangkan sebagian lain berupaya mengamankan perabotan rumah tangga terutama barang elektronik.

"Rumah kami terendam hingga lutut orang dewasa," imbuhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupayen Pati Hadi Santosa mengatakan banjir melanda di kecamatan itu rata-rata mencapai ketinggian 50 centimeter.

"Titik banjir yang paling parah terjadi di pertigaan depan RSUD Kayen, karena mengakibatkan kendaraan tidak dapat melintas akibat ketinggian air yang merendam hsmpir mencapai 1 meter," katanya.

Petugas dari BPBD Pati, lanjut Hadi, langsung diterjunkan ke lokasi banjir dengan membawa berbagai peralatan evakuasi wsrga dan tenda pengungsian dan dapur umum untuk mengantisipasi banjir yang merupakan kiriman dari Pegunungan Kendeng tersebut semakin tinggi. (OL-2)

BERITA TERKAIT