07 January 2020, 09:45 WIB

Menhan AS Bantah akan Tinggalkan Irak


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Nicholas Kamm
 AFP/Nicholas Kamm
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper

MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper, Senin (6/1), membantah pasukan AS akan meninggalkan Irak. Pernyataan itu dilansir Esper setelah munculnya sebuah surat dari seorang jenderal AS yang mengatakan 'Negeri Paman Sam' itu akan segera hengkang dari Irak.

"Tidak ada keputusan apa pun untuk meninggalkan Irak. Titik," tegas Esper, sehari setelah parlemen Irak melakukan voting yang memutuskan mengusir militer AS dari negara itu.

"Surat itu tidak konsisten dengan kebijakan AS saat ini," imbuhnya.

Surat resmi dari Brigadir Jenderal William Seely, komandan gugus tugas AS di Irak mengungkapkan bahwa pasukan AS tengah bersiap meninggalkan negara Timur Tengah itu.

Baca juga: Kedubes Iran Kecam AS atas Kematian Soleimani

"Demi kedaulatan Republik Irak dan sesuai permintaan parlemen dan perdana menteri Irak, CJTF-OIR akan memosisikan ulang pasukan selama beberapa hari ke depan," tulis Seely.

"Kami menghargai keputusan Iran yang menginginkan kepergian pasukan AS," imbuhnya.

Namun, Kepala Staf Pentagon Mark Milley membantah surat itu dan menyebut surat tersebut adalah draft yang seharusnya tidak dikirimkan,

Menurutnya, surat itu mengacu pada perpindahan pasukan AS dari satu markas ke markas lain dan bukan menarik diri dari Irak.

"Itu adalah sebuah kesalahan. Sebuah draft yang ditandatangani. Surat itu seharusnya tidak dikirim," ujar Milley.

Pada Minggu (5/1), parlemen Irak yang marah dengan serangan pesawat nirawak AS, dua hari sebelumnya, yang menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani, memutuskan meminta AS menarik diri dari Irak.

Penjabat Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi menyebut aksi AS itu sebagai pembunuhan politik. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT