07 January 2020, 09:30 WIB

Laundry Keliling Gratis bagi Korban Banjir


Gana Buana | Megapolitan

MI/Gana Buana
 MI/Gana Buana
Relawan Ayo Bergerak Bareng tengah mencuci pakaian milik korban banjir di depan pelataran Masjid Al Kautsar, Perumahan Villa Nusa Indah 2.

DUA mesin cuci siap pakai bertengger di depan pelataran Masjid Al Kautsar di Perumahan Villa Nusa Indah 2, Kota Bekasi. Puluhan plastik berisikan baju kotor teronggok di samping mesin cuci tersebut.

Layaknya kegiatan pembagian bantuan sembako, baju di dalam plastik-plastik itu tengah mengantre masuk ke mesin cuci. Setelah tiga hari bermandikan lumpur di dalam lemari para warga Villa Nusa Indah, baju tersebut butuh sentuhan air dan busa sabun agar kembali bisa dipakai pemiliknya.

Banjir hingga 2 meter lebih yang melanda permukiman ini membuat aliran listrik hingga kemarin belum juga pulih. Selain butuh tempat berteduh dan makanan, warga juga butuh pakaian layak.

"Habis baju, penuh lumpur semua satu lemari, mana air juga belum nyala," ungkap Diah, salah satu warga Villa Nusa Indah 2, kemarin.

Diah mengaku banjir yang menggenangi perumahan itu sejak Rabu (1/1) merendam seluruh lantai 1 bangunan rumahnya. Bahkan, banyak perabot yang rusak akibat bencana tersebut.

"Makanya sekarang saya enggak punya baju. Donasi baju layak dari para relawan tidak muat. Ada yang muat, tapi tidak cocok dan bau. Ada juga yang tidak layak pakai," ujar Diah.

Untungnya, kata Diah, laundry keliling dari relawan Ayo Bergerak Bareng hadir di tengah warga. Bahkan, mesin pengeringnya pun bisa dipakai secara cuma-cuma alias gratis.

"Ngantre banget, tapi ya kita cari yang prioritas dulu yang mau dipakai, daripada enggak ganti-ganti, kan. Paling penting ini kan pakaian dalam, baju anak sekolah juga, baju suami ke kantor," lanjut dia.

Inisiatif laundry keliling tersebut rupanya sudah lama digagas para relawan Ayo Gerak Bareng. Ide tersebut bermula ketika banyak baju yang didonasikan para donatur menumpuk tidak terpakai. Bukan soal ukuran saja yang jadi soal, tidak sedikit juga yang tidak layak.

"Akhirnya kita cari solusinya, warga bencana butuh pakaian layak, enggak cocok sama baju donasi, solusinya harus cuci," ungkap Founder Ayo Gerak Bareng, Zaky.

Zaky menjelaskan, soal teknis pengerahan relawan dari Ayo Gerak Bareng, itu berkoordinasi dengan ketua RT/RW setempat lokasi bencana. Nantinya, warga sendiri yang bisa mengoperasionalkan mesin cuci tersebut. "Jangan khawatir kita bawa genset sendiri. Kalau daerahnya belum ada aliran listrik, kita pakai itu," kata dia.

Saat ini, lanjut dia, baru ada tiga lokasi yang bisa dijangkau, yakni di wilayah Villa Nusa Indah Bekasi dan Jakarta Barat. "Harusnya keliling, tapi ini mandek karena antrean warga. Ini gratis, ya, tidak dipungut biaya." (Gana Buana/X-10)

BERITA TERKAIT