07 January 2020, 08:40 WIB

Bantuan ke Sukajaya Minim


Dede Susianti | Nusantara

MI/Susanto
 MI/Susanto
Warga memperoleh bantuan logistik dan pakaian di pos pengungsian di Desa Sukamulya, Sukajaya, Bogor, Jawa Barat.

SEJAK Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor, diterjang tanah longsor pada Rabu (1/1), hingga kemarin ribuan orang masih terisolasi dan memperoleh bantuan ala kadarnya.

Mereka tersebar di Kampung Sibentang dan Kampung Pasir Tela yang masuk wilayah Desa Sukajaya, sembilan kampung di Desa Pasir Madang, dan sejumlah titik di Desa Cileuksa.

Beberapa rumah rusak parah akibat diterjang air Kali Cibarengkok dan Kali Ciwalang. Sebagian rumah dihantam longsoran material dari Gunung Batu yang berjarak sekitar 20 meter.

Sehari pascabencana, warga Sibentang langsung mengungsi ke Kampung Pasir Tela dan menghuni rumah famili. Satu rumah ditinggali lima hingga enam kepala keluarga (KK).

"Kami enggak mau lagi tinggal di situ. Kami mohon bantuan dari pemerintah," kata seorang pengungsi, Idih.

Sementara itu, di Banten, sekitar 17 ribu jiwa masih berada di pengungsian setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang 12 desa di enam kecamatan di Kabupaten Lebak, Rabu (1/1).

Belasan ribu pengungsi tersebut tersebar di posko pengungsian Gedung PGRI Kecamatan Sajira, posko pengungsian Nangela di Desa Calungbungur, Kecamatan Sajira, posko pengungsian di Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, posko pengungsian di Kantor Kecamatan Cipanas, dan posko pengungsian di Kecamatan Curugbitung.

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Warga korban longsor berjalan menuju posko penampungan di Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/1/2020).

 

Gubernur Banten Wahidin Halim memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan menyeluruh. Artinya, tidak hanya pelayanan bersifat pertolongan pertama, tetapi juga keseluruhan gangguan kesehatan yang diderita para korban hingga sembuh.

"Korban meninggal delapan jiwa dan yang dirujuk ke rumah sakit dua orang. Ada 700 KK rumahnya hanyut," ujar Wahidin, kemarin.

Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten terus mengoperasikan sejumlah alat berat untuk menangani dampak banjir dan tanah longsor di Lebak. (DD/WB/X-3)

BERITA TERKAIT