06 January 2020, 22:44 WIB

Modifikasi Cuaca, BNPB Tebar 6,4 Ton Garam


Ihfa Firdausya | Humaniora

Antara/Aprilio Akbar
 Antara/Aprilio Akbar
Petugas memasukkan garam ke dalam penampung dalam operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) BPPT menebarkan 6.400 kg NaCl atau garam selama operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) sepanjang Senin (6/1).

Penyemaian material TMC bertujuan untuk mengalihkan potensi awan hujan sebelum hujan lebat masuk ke wilayah Jabodetabek.

BPPT melakukan penyemaian berdasarkan data pertumbuhan awan yang didominasi faktor adveksi awan, yaitu di wilayah barat daya, barat dan barat laut wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi atau Jabodetabek. Pertumbuhan awan tampak pada pagi hingga sore.

"Dari operasi TMC yang berlangsung hari ini, Selasa (6/1), BPPT melakukan 4 sorti dengan menggunakan pesawat jenis CN 295 dan Casa 212-200. Area semai mencakup barat daya-barat-barat laut Jabodetabek," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo dalam keterangan resmi, Senin (6/1).

Baca juga :: Unas Jadi Tuan Rumah Simposium Internasional Climate Change

Berdasarkan laporan TMC sore tadi (6/1), hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek. Penggunaan bahan semai hingga hari ini telah mencapai 25.600 kg.

Sementara itu, BNPB mencatat data korban meninggal akibat banjir dan longsor di Jabodetabek per hari ini (6/1) sejumlah 67 orang dan satu masih dinyatakan hilang.

"Menyikapi potensi cuaca ekstrem sepekan ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga menghadapi potensi bahaya, seperti banjir bandang, longsor, angin kencang atau pun angin puting beliung," tutup Agus. (OL-7)

BERITA TERKAIT