06 January 2020, 22:05 WIB

Pakar UGM Sebut Polder Jadi Solusi Banjir Jakarta


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Banjir di Jakarta

PAKAR dari Universitas Gadjah Mada menilai banjir yang terjadi di Ibu Kota Jakarta harus diatasi melalui model pengendalian air secara terpadu (water resource management). Salah satunya ialah pembangunan polder.

"Salah satunya solusinya adalah sistem polder," ujar pakar teknik sumber daya air UGM, Prof Budi Santoso Wignyosukarto.

Menurut dia, sistem ini merupakan kombinasi tanggul dan pompa untuk mengatasi banjir. Konsep semacam ini juga digunakan di kota-kota di Belanda. Saat membangun Batavia, Belanda pun sudah memikirkan hal tersebut dengan membuat polder-polder.

Polder dibuat dalam ukuran yang tidak terlalu besar dan dibuat di sejumlah tempat dengan ketinggian muka air tanah lebih rendah daripada muka air laut.

Secara keseluruhan, Budi menyebut, mengatasi banjir merupakan salah satu bagian dari pengelolaan sumber daya air sehingga harus dilakukan terpadu secara hidrologis, mulai dari hulu hingga ke hilir.

Banjir besar di Jakarta dan sekitarnya tepat di awal tahun ini disebabkan curah hujan yang sangat tinggi. Di sisi lain, sistem drainase internal tidak mampu mengalirkan air dengan baik.


Baca juga: Kapal Ikan Tiongkok masih Berkeliaran di Natuna Utara


Ia menyebut, manajemen penggunaan tanah untuk daerah resapan air serta manajemen manusia dalam mengelola sumber daya air juga penting. Cara mengurangi banjir, misaknya, dengan memperbanyak ruang terbuka hijau untuk daerah resapan.

Sementara Prof Bambang Triatmodjo dari Teknik Sipil dan Lingkungan UGM juga menambahkan, pentingnya sistem drainase yang baik untuk mengantisipasi hujan deras di wilayah Jakarta. Sistem drainase harus terus dirawat dan dibersihkan dari sampah-sampah dan endapan lumpur.

Di sisi lain, normalisasi juga diperlukan agar air dari wilayah atas Jakarta jangan sampai meluap di Jakarta sehingga mengakibatkan banjir bandang. Kemudian yang lain, satu-satunya mengatasi banjir Jakarta adalah sistem polder itu tadi. Air hujan yang jatuh dialirkan ke kolam kemudian dipompa keluar ke laut atau sungai.

"Saya kira kalau tanpa ini (polder), ngga mungkin Jakarta ngga banjir," kata dia.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, lanjut dia, sudah memiliki peta daerah-daerah genangan yang bisa dibuatkan polder. (OL-1)

BERITA TERKAIT