06 January 2020, 21:55 WIB

Jihadis Somalia Serang Pangkalan Militer AS di Kenya


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

AFP
 AFP
Jihadis Somalia Serang Pangkalan AS di Kenya

JIHADIS dari kelompok Al-Shabaab pada hari minggu menyerbu pangkalan militer Amerika Serikat untuk Afrika di wilayah pesisir Lamu, Kenya. Dalam serangannya, gerakan jihadis yang juga afiliasi organisasi Al-Qaidah itu menwaskan tiga warga AS, melukai dua pesonil Department Pertahanan AS, serta menghancurkan beberapa pesawat dan kendaraan militer.

Namun demikian, penyerangan yang terjadi saat fajar di Kamp Simba itu juga berhasil menewaskan empat jihadis.

Kepala Komando Afrika AS (Africom), Jendral Stephen Townsend menyatakan belasungkawanya terhadap wafatnya satu anggota layanan dan dua kontraktor pertahanan sipil.

"Pikiran dan doa kami bersama keluarga dan teman satu tim kami yang kehilangan nyawa hari ini," ungkapnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP.

Diketahui, Al-Shabaab telah meluncurkan serangan rutin lintas-perbatasan sejak kenya mengirim pasukan ke Somalia pada 2011 silam, untuk melindungi pemerintah yang telah coba digulingkan oleh para jihadis selama lebih dari satu dekade.


Baca juga: Kedubes Iran Kecam AS atas Kematian Soleimani


Sementara itu, juru bicara militer Kenya Kolonel Paul Ngogona mengatakan saat ini upaya penyerangan berhasil digagalkan.

"Upaya penyerangan berhasil digagalkan, saat ini jasad empat teroris telah ditemukan, lapangan terbang sudah aman setelah, terjadi kebakaran tangki bahan bakar di landasan," ucapn Ngogona.

Berdasarkan laporan polisi yang didapat AFP, sedikitnya dua helikopter, dua pesawat dan sejumlah kendaraan tempur yang terletak di landasan pacu hancur. Polisi setempat juga telah berhasil melakukan penangkapan dan mengintograsi lima orang jihadis.

Dalam sebuah pernyataanya Al-Shabaab mengatakan pihaknya telah berhasil menyerbu pangkalan militer yang dikelilingi benteng dan sekarang mengendalikan bagiannya.

Gerakan itu juga menjelaskan, bahwa serangan ini adala bagian dari kampanye di bawah selogan "Al-quds tidak akan jadi kota yahudi selamanya". Yang merupakan selogan yang digunakan untuk pertama kalinya dalam serangan terhadap kompleks Hotel Dusit Kelas atas di Nairobi pada Januari 2019 silam. Yang mengakibatkan kematian 21 orang. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT