06 January 2020, 19:50 WIB

Birokrasi Lamban Berdampak Menurunnya Ekonomi Batam


Antara | Nusantara

BAKAL calon Wali Kota Batam 2020 dari jalur independen Rian Ernest menilai lambannya proses perizinan dan birokrasi di Kota Batam memberikan dampak langsung pada penurunan ekonomi dan investasi di Kota Batam beberapa tahun terakhir.

"Batam yang terkenal dengan industri dan manufaktur, mengalami perlambatan ekonomi karena minimnya investasi yang masuk. Sistem dan proses yang ada saat ini, tidak mendukung kemudahan dan kecepatan masuknya investor ke sini," kata Rian kepada Antara, Senin (6/1).

Sejak dulu, Kota Batam memang sudah ditargetkan menjadi pusat industri dan manufaktur. Semua infrastruktur pendukung disiapkan untuk menunjang hal tersebut, namun sistem yang dijalankan saat ini tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.

"Badan perizinannya sudah disiapkan, tapi perizinannya tetap harus menunggu proses dari pejabat yang kadang memakan waktu lama. Ini berarti ada yang salah dengan sistemnya," kata Rian.

Pembenahan sistem dan birokrasi yang membutuhkan waktu tentu akan terus berpengaruh pada kondisi perekonomian warga Batam yang trendnya sedang menurun. Untuk itu, Rian berkomitmen fokus pada program yang bisa berdampak langsung mengurangi beban ekonomi masyarakat, terutama dari lingkup terkecil yakni keluarga.

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini berkomitmen untuk membebaskan Pajak Bumi Bangunan (PBB) jika nantinya terpilih sebagai orang nomor satu di Batam.

"Dalam kondisi ekonomi saat ini, PBB harusnya bisa digratiskan. Pajak tanah ini bisa kita hilangkan untuk masyarakat dan pendapatan pajak kita dorong dari sektor konsumsi aktif seperti makanan dan hiburan," kata Rian yang pernah terlibat dalam tim perumus Pergub penggratisan PBB saat Ahok menjadi Gubernur DKI.

 

Baca juga: Cuaca Ombak Ekstrem Iringi Petugas Patroli ke Laut Natuna Utara

 

Beban lainnya yang saat ini dirasakan masyarakat Batam di lingkup terkecil adalah Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). Meski sebelumnya sudah ada janji pemerintah untuk menggratiskan UWTO permukiman, realisasinya saat ini belum terlihat.

"Saya akan buat UWTO bisa dicicil bulanan. Janji pemerintah saat ini kan membebaskan seluruhnya dan ternyata tidak terealisasi karena proses politik yang rumit. Lebih baik, skemanya kita buat bisa dicicil bulanan dan jangan dibebankan langsung bertahun-tahun," kata Rian.

Mantan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) ini juga melihat Batam yang dipenuhi oleh masyarakat kelas pekerja membutuhkan ruang terbuka hijau lebih banyak. Ruang terbuka yang lebih inklusif di mana warga bisa berkumpul, berinteraksi, dan berekreasi.

"Targetnya akan ada satu taman ramah anak di tiap kelurahan. Tidak semua masyarakat bisa mengakses area seperti mal, sehingga kita akan buat ruang terbuka yang lebih inklusif supaya seluruh lapisan masyarakat bisa berkumpul dan berinteraksi," ujar Rian.

Untuk maju di Pemilihan Walikota Batam 2020, Rian yang menggandeng tokoh Batam Yusiani Gurusinga harus mengumpulkan 49 ribu lembar dukungan beserta KTP. Saat ini, ia bersama relawan Batam Baru punya target mengumpulkan 60.000 dukungan beserta KTP hingga batas waktu 20 Februari 2019 mendatang. (OL-1)

BERITA TERKAIT