07 January 2020, 04:10 WIB

Oposisi Kembali Pimpin Parlemen


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

AFP
 AFP
Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido 

PEMIMPIN oposisi Venezuela, Juan Guaido dan pesaingnya, Luis Parra, telah sama-sama mengaku sebagai ketua Majelis Nasional Venezuela. Ini terjadi setelah munculnya dua pemungutan suara yang terpisah dan tudingan terjadinya “kudeta parlementer”.

Para anggota parlemen dari kubu oposisi mengangkat kembali Guaido dalam satu sidang di sebuah kantor surat kabar. Sebelumnya, Guaido bersama beberapa anggota parlemen dihalangi oleh polisi saat hendak memasuki gedung Parlemen Nasional Venezuela.

Ia sempat berupaya memanjat pagar gedung parlemen untuk bisa masuk namun dihalau oleh polisi yang membawa tameng. Di sisi lain, pendukung pemerintah diperkenankan masuk ke dalam gedung.

“Ini tidak benar! Siapa yang meme­rintahkan penghadangan ini?” tanya Guaido kepada seorang polisi.

Ia juga menulis di Twitter bahwa “mereka yang menghalangi pekerjaan parlemen adalah sama saja dengan mendukung diktator”.

Setelah bertahan sekitar empat jam jam di luar parlemen, Guaido dan anggota parlemen pendukungnya pindah ke kantor harian El Nacional dan mengadakan sidang tersendiri.

Guaido, 36, yang memproklamirkan dirinya sendiri sebagai pejabat presiden Venezuela pada tahun lalu itu, adalah musuh politik dari Presiden Nicolas Maduro.

Guaido menyatakan didukung sekitar 100 anggota parlemen, termasuk dari yang terpaksa mencari suaka di luar negeri atau berlindung di kantor-kantor kedutaan asing akibat adanya aksi penangkapan oleh polisi.

“Saya berjanji akan menjalankan konstitusi dalam kapasitas saya sebagai pejabat presiden sekaligus ketua parlemen,” tegas Guaido.

Di tengah ketidakhadiran Guaido, Parra memproklamirkan dirinya sendirinya sebagai ketua majelis. Pria yang tersangkut kasus korupsi itu mengaku mendapat 81 suara dari total 167 anggota parlemen.

Sementara itu, Presiden Madura dalam pidatonya di televisi menyatakan mendukung Parra sebagai ketua parlemen yang baru. Ini berlawanan dengan sikap oposisi yang menilai langkah Parra sebagai “kudeta parlementer”.

“Guaido tersingkir dari Majelis Nasional karena kalah suara,” ungkap Maduro.


AS dukung Guaido

Guaido merupakan ketua parlemen pada tahun lalu dan memanfaatkan posisinya untuk mendeklarasikan sebagai pejabat presiden pada 23 Januari 2019.

AS memberi selamat atas terpilihnya lagi Guaido sebagai ketua parlemen. Washington menyatakan mengutuk “upaya yang gagal dari bekas rezim Maduro untuk menghalangi pekerjaan parlemen yang telah dipilih secara demokratis”.

“AS dan 57 negara lainnya tetap menganggap Guaido sebagai pemimpin parlemen yang sah, sekaligus sebagai pemimpin sementara Venezuela,” ungkap Menlu AS Mike Pompeo.

Menlu Brasil Ernesto Araujo menyatakan negaranya “tidak mengakui klaim Parra”. Senada, Kolombia menyatakan pemilihan Parra adalah “pemilihan palsu, tanpa transparasi dan tidak bisa diakui”.

Majelis Nasional telah disingkirkan sejak 2017 sejak Mahkamah Agung Venezuela, yang diisi para pendukung Maduro, menyatakan tidak mengakui setiap keputusannya.

Sebelumnya, Guaido juga pernah menyebut Maduro akan membubarkan majelis itu akibat sanksi AS terhadap Venezuela. (AFP/X-11)

BERITA TERKAIT