06 January 2020, 22:50 WIB

Pemerintah Bidik Rp89,6 Triliun dari Tiga KEK Baru


MI | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono 

PEMERINTAH membidik nilai investasi sekitar Rp89,6 triliun secara bertahap di tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) yang baru ditetapkan melalui peraturan pemerintah (PP) yakni Singhasari di Jawa Timur, Kendal di Jawa Tengah dan Likupang di Sulawesi Utara.

Penetapan ketiga KEK anyar itu berdasarkan tiga Peraturan Pemerintah (PP) yang telah ditandatanganai Kepala Negara. KEK Singhasari ditetapkan oleh PP Nomor 68 Tahun 2019, sementara PP Nomor 85 Tahun 2019 menetapkan KEK Kendal, dan PP Nomor 84 Tahun 2019 menetapkan KEK Likupang.

“”Yang disasar adalah industri berdaya saing global, jasa pariwisata bertaraf internasional, jasa pendidikan dan kesehatan, serta ekonomi digital,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono setelah menyerahkan salinan PP kepada pemerintah daerah terkait dan badan usaha pengusul tiga KEK di Jakarta, Senin (6/1).

Susiwijono menjelaskan pengembangan ketiga KEK baru hingga tahun 2024-2025 itu akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja yang diharapkan mendorong perekonomian daerah dan masyarakat.

Dia mengungkapkan target investasi di KEK Singhasari mencapai Rp12,5 triliun dengan menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 6.863 orang. Bisnis yang digulirkan yakni pariwisata dan ekonomi digital.

KEK ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ekonomi digital dengan menggandeng beberapa perusahaan teknologi multinasional seperti Amazon, IBM, Apple, dan Google, serta akan bekerja sama dengan beberapa universitas terkemuka di dunia.

Sementara itu, KEK Likupang, kata dia, memiliki target investasi bertahap sekitar Rp7,1 triliun yang bergerak di sektor pariwisata dengan target mampu menarik sekitar 400 ribu wisatawan.

Ia memperkirakan KEK Likupang menyerap sekitar 65 ribu tenaga kerja baik langsung dan tidak langsung.
Sedangkan, KEK Kendal target investasinya secara bertahap mencapai Rp70 triliun dengan penyerapan tenaga kerja diperkirakan mencapai 20 ribu orang.

Pemerintah, kata dia, menargetkan KEK Kendal merealisasikan nilai ekspor tahun pertama atau tahun 2021 minimal US$500 juta dan substitusi impor minimal US$250 juta.

Hingga saat ini, pemerintah telah menetapkan 15 KEK terdiri dari sembilan KEK Industri dan enam KEK Pariwisata. (Mir/Ant/E-3)

BERITA TERKAIT