06 January 2020, 16:44 WIB

Wapres: Pembangunan Rumah Kalah dengan Bonus Demografi


Emir Chairullah | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Rumah bersubsidi

JUMLAH pembangunan perumahan di Indonesia dinilai masih tertinggal dibanding peningkatan angka masyarakat usia produktif. Karena itu, Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, meminta para pengembang bisa memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat. 

“Jumlah keluarga makin banyak, (sementara) pembangunan rumahnya kalah cepat," kata Ma'ruf saat menerima Dewan Pengurus Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) di Kantor Wapres Jakarta, Senin (6/1).

Baca juga: Puan: Seluruh Kementerian Harus Satu Suara Soal Natuna

Saat ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) persentase keluarga yang memiliki rumah mengalami penurunan dari sebelumnya 82,63% pada 2015 menjadi 80,02% pada 2018. 

“Penurunan tersebut menunjukkan jumlah masyarakat yang memerlukan rumah semakin tinggi,” kata Ma'ruf.

Ma’ruf menambahkan, pemerintah memprediksi jumlah masyarakat yang memerlukan tempat tinggal akan terus meningkat hingga 2030. Apalagi pada tahun tersebut Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar daripada penduduk usia tidak produktif. 

“Artinya, yang memerlukan rumah itu bertambah. Oleh karena itu, semangat program membangun rumah harus terus ditingkatkan," katanya.

Kepada pengurus REI, Wapres berharap para pengembang bisa terus mendukung upaya Pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah (MBR). Wapres juga mengapresiasi keberhasilan Program Sejuta Rumah yang sudah mencapai target membangun rumah, baik untuk MBR dan non-MBR. Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, sebanyak 1.257.852 unit rumah telah berhasil dibangun per 31 Desember 2019, dengan rincian 945.161 unit di antaranya untuk MBR dan 312.691 unit untuk non-MBR. (OL-6)

BERITA TERKAIT