06 January 2020, 16:30 WIB

Pompeo Duga Iran akan Serang Pasukan AS


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

AFP/Olivier Douliery
 AFP/Olivier Douliery
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan adanya kemungkinan Iran mencoba menyerang pasukan AS. Hal ini diprediski setelah tewasnya komandan tertinggi Iran, Soleimani, dalam serangan udara AS atas perintah Presiden Donald Trump.

"Kami pikir ada kemungkinan nyata Iran akan melakukan kesalahan dan membuat keputusan untuk menyerang pasukan kami di Irak atau tentara di timur laut Suriah," kata Pompeo kepada Fox News seperti dikutip AFP.

Hal itu diungkapkan Pompeo, setelah peminpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, berjanji akan membalas kematian Soleimani dengan melakukan serangan terhadap basis-basis militer AS.

"Ini akan menjadi kesalahan besar bagi Iran bila mengincar mereka," sambungnya.

Baca juga: Iran Siapkan Serangan Balasan

Menurutnya, AS memiliki sekitar 60 ribu tentara di kawasan Timur Tengah, termasuk 5.200 di Irak. Washington juga telah mengerahkan ribuan tentara tambahan ke Timur Tengah setelah terjadinya pembunuhan Soleimani.

"Kami sedang mempersiapkan berbagai tanggapan, termasuk serangan dunia maya," ungkapnya.

Sementara itu, pemimpin kelompok Syiah Libanon yang didukung Iran Hizbullah, Hassan Nasrallah, juga menargetkan tentara AS sebagai balasan atas wafatnya Soleimani dan seorang komandan senior Irak.

"Tentara AS telah membunuh mereka dan harus membayarnya," ucap Hassan Nasrallah.

Tewasnya Soleimani dalam serangan udara AS juga membuat parlemen Irak mendesak pemerintah untuk mengakhiri kehadiran 5.200 pasukan AS di negara itu.

Menanggapi desakan parlemen Irak ihwal mengakhiri kehadiran 5.200 pasukan AS di Irak, Pompeo meyakini rakyat Irak masih ingin pasukan AS di sana.

"Kami yakin rakyat Irak ingin pasukan AS terus berada di sana untuk memerangi kampanye kontrateror," jelas Pompeo.

"Kita harus melihat apa yang kita (AS) lakukan ketika pemimpin dan pemerintah Irak membuat keputusan," tukasnya.

Untuk diketahui, 5.200 prajurit AS itu telah menjadi bagian dari koalisi international yang diundang Irak pada 2014 untuk mendukung pasukan lokal mencegah bangkitnya serta melawan milisi ISIS. (AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT