06 January 2020, 07:10 WIB

Jokowi Tugasi BNPB Segera Tanam Vetiver


Atikah Ishmah Winahyi | Humaniora

Dok. Setwapres
 Dok. Setwapres
Presiden Joko Widodo dan Kepala BNPB Doni Monardo (kanan).

DI dalam helikopter kepresidenan yang urung mendarat di Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor, kemarin, Presiden Joko Widodo bertanya kepada Kepala BNPB Doni Monardo. "Pak Doni, apa yang harus dilakukan (untuk mencegah tanah longsor)?"

Doni menjawab spontan, "Kembalikan fungsi lahan dengan menanam vetiver, Pak Presiden."

Vetiver ialah sejenis tanaman yang dikenal dengan nama akar wangi atau narwastu. Tanaman yang berasal dari India itu termasuk famili Poaceae dan masih sekeluarga dengan sereh ataupun padi.

Sekalipun berjenis rumput, vetiver memiliki akar yang menghunjam ke tanah 2 sampai 2,5 meter. Vetiver menjadi pilihan terbaik untuk ditanam di lahan bekas hak guna usaha (HGU) yang digunduli tanpa reboisasi

"Ribuan lokasi bekas HGU, pohonnya ditebangi dan ditinggal begitu saja. Bioteknologi vetiver sudah diuji coba dan mendapat pengakuan World Bank, bahkan PBB. Di banyak tempat dan negara, tanaman ini dikenal luas sebagai tanaman pencegah longsor," lanjut Doni fasih.

Jokowi menarik napas lega mendapat solusi dari Doni. Presiden kemudian memerintahkan Doni segera melakukan penanaman vetiver di lereng-lereng pegunungan yang gundul.

"Tahap awal saya siapkan 100 ribu bibit akar wangi, Bapak Presiden. Di sela-sela akar wangi diseling tanaman keras seperti sukun, aren, dan alpukat," ujar Doni.

Setelah tidak jadi mendarat di Desa Sukajaya, Kepala Negara dan rombongan mendarat di lokasi pengungsian di Desa Pasir Madang. Di lokasi itu Jokowi menginstruksikan Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono untuk segera membuka semua jalan yang terisolasi akibat bencana di Kabupaten Bogor.

Menteri Basuki berjanji dalam waktu seminggu semua akses jalan dimaksud sudah bisa dilalui. "Kami percepat. Lebih cepat lebih baik."

Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan bahwa dalam rapat bersama pihaknya juga diminta bergerak membantu korban banjir.

Sementara itu, PMI Kota Jakarta Pusat menggelar kerja bakti bersama dan penyemprotan cairan disinfektan di permukiman penduduk di Kelurahan Petamburan, Jakarta Pusat, kemarin.

"Pascabanjir mungkin banyak penyakit. Kami siapkan disinfektan untuk mematikan kuman dan berjaga-jaga agar warga yang mengalami musibah juga tidak terkena penyakit," ungkap Ketua Pengurus PMI Kota Jakarta Pusat, Soewardi Sulaiman. (Van/Aiw/DD/RO/X-3)

BERITA TERKAIT