06 January 2020, 05:10 WIB

Aktivitas Belajar Harus Tetap Berlangsung


Atikah Ismah Wahyuni | Humaniora

HARI ini, proses belajar mengajar (PBM) di sekolah kembali dimulai, setelah libur tengah semester berakhir. Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, meminta agar siswa di lokasi bencana pun tetap belajar.

"Pesan Pak Presiden, apa pun kondisinya jangan sampai anak-anak tidak belajar. Karena kalau anak-anak tidak belajar cukup lama, untuk mengembalikan ke suasana belajar itu cukup susah," jelas Muhadjir, di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (4/1).

Tiga sekolah di Lebak, yaitu SMPN 4 Lebak Gedong, SDN 1, dan SDN 2 Banjar Irigasi, rusak seusai diterjang banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu. Wilayah itu merupakan salah satu lokasi terparah bencana hidrometeorologi di awal 2020 ini.

Muhadjir mengaku telah meminta otoritas terkait di Lebak untuk segera membangun sekolah darurat sebab para siswa di tiga sekolah tersebut harus tetap belajar pada Senin (6/1) .

"Saya sudah minta untuk mencari lahan untuk membangun sekolah darurat sementara, itu sudah ada desain dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang sudah sangat standar untuk kebencanaan. Walaupun namanya darurat kebencanaan, tapi bisa digunakan untuk dua atau tiga tahun," kata Muhadjir.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengaku saat ini jajarannya masih mendata sekolah terdampak banjir. "Selain sekolah, tim juga melakukan pendataan siswa, guru, dan tenaga kependidikan terdampak bencana banjir," ujar Nadiem dalam pernyataan resminya, kemarin.

Hingga Jumat (3/1), Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) Kemendikbud mencatat 290 sekolah terdampak banjir di DKI Jakarta, yaitu 201 terendam banjir dan 89 sekolah mengalami gangguan akses menuju sekolah. Ada 8.420 siswa di DKI Jakarta yang terdampak banjir.

Sementara itu, di Lebak, terdapat 12 sekolah rusak akibat banjir serta 20 guru dan tenaga kependidikan terdampak banjir bandang yang merendam rumah mereka.

Saat ini direktorat teknis terkait sedang menyiapkan bantuan berupa tenda sekolah darurat, perlengkapan sekolah, alat permainan edukatif, laptop untuk pembelajaran, serta buku cerita.

Mendikbud meminta pemda memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam situasi darurat bencana. Salah satunya dengan meliburkan sekolah, apabila kegiatan belajar mengajar masih belum bisa dilaksanakan seperti semula. "Selama sekolah diliburkan, guru dapat memberikan tugas-tugas kepada murid sesuai dengan kondisi di lapangan," jelas Nadiem.

Tunjangan khusus

Selain itu, Kemendikbud juga sedang menyiapkan pemberian tunjangan khusus bagi para guru terdampak banjir yang akan diberikan selama tiga bulan. "Tunjangan profesi bagi guru terdampak banjir juga tetap akan dibayarkan," sebut Nadiem.

Terkait dengan rehabilitasi sekolah terdampak banjir, Mendikbud menyatakan akan melakukan koordinasi terlebih dahulu.

Secara terpisah, Direktur Pembinaan SD Kemendikbud, Khamim, mengatakan proses belajar mengajar di Jakarta, Bekasi, dan Bogor dipastikan kembali normal pada Senin (6/1). "Kecuali sekolah yang terdampak hujan atau angin dibuat masuk pagi dan siang," kata Khamim.

Direktorat, lanjutnya, akan membantu seragam bagi anak-anak yang terdampak banjir. "Data sedang dikoordinasikan," serunya. (Medcom.id/H-2)

BERITA TERKAIT