06 January 2020, 01:30 WIB

Pnemonia Merebak Hong Kong Waspada


MI | Internasional

AFP
 AFP
Pnemonia Merebak Hong Kong Waspada

PEJABAT rumah sakit Hong Kong menaikkan tingkat kewaspadaannya menjadi serius, ketika wabah pneumonia atau peradangan paru yang misterius di daratan Tiongkok terus menyebar pada Sabtu (4/1).

Pejabat Hong Kong juga memberlakukan peningkatan pemantauan dan pengendalian infeksi di rumah sakit umum maupun klinik di kota pusat keuangan internasional itu.

Infeksi ini pertama kali dilaporkan pada 24 Desember di Wuhan, kota di pusat Tiongkok dengan dengan populasi lebih dari 11 juta jiwa. Infeksi pneumonia tersebut berkembang di media sosial dengan rumor yang mengarah tentang kemungkinan virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) kembali merebak.

Menurut pengawas kesehatan masyarakat Tiongkok, jumlah kasus pneumonia yang dilaporkan kini meningkat dari 27 orang menjadi 44 orang, dengan 11 orang di antaranya berada dalam kondisi serius.

Wabah pnemonia itu memicu kekhawatiran di Hong Kong tatkala seorang wanita yang melakukan perjalanan ke Wuhan selama musim libur Natal, dirawat di rumah sakit untuk mendapat perawatan infeksi pernapasan pada Kamis (2/1).

Adapun pada pertengahan hari Sabtu (4/1), Otoritas Rumah Sakit Hong Kong telah melaporkan total 8 kasus serupa ke departemen kesehatan kota. Tiga orang di antaranya dirawat di bawah kondisi isolasi di rumah sakit umum, sementara 5 orang lainnya telah dipulangkan.

Sementara itu di Tiongkok daratan, pihak berwenang melaporkan bahwa kelompok besar yang terjangkit infeksi pneumonia baru-baru ini berpusat di sekitar pasar basah di Wuhan, yang menjual hewan liar.

Mereka masih dalam proses mengidentifikasi penyebabnya, namun mereka telah mengesampingkan penyakit pernapasa seperti influenza, flu burung, dan infeksi adenovirus sebagai penyebabnya.

Sejauh ini, para pejabat Tiongkok mengatakan belum ada penularan dari manusia ke manusia, namun Direktur Pusat Infeksi Universitas Hong Kong, Ho Pak-leung, menyarankan kota untuk bersiap-siap atas kemungkinan itu.

“Langkah-langkah pencegahan harus seketat mungkin,” ujar Ho kepada Radio Telebisi Hong Kong (RTHK), sembari mendesak pemerintah Tiongkok daratan agar memberikan pembaruan terkait wabah pneumonia secara aktual.

Sistem pencitraan panas tambahan juga diberlakukan di Bandara Internasional Hong Kong untuk menskrining suhu tubuh para pelancong yang datang dari Wuhan pada Jumat (3/1).

Pada hari yang sama, Kementerian Kesehatan Singapura juga mengumumkan bahwa semua pelancong yang datang dari Wuhan akan menjalani skrining suhu tubuh.

Sebelumnya pada 2002-2003, wabah SARS menewaskan ratusan orang dan menginfeksi ribuan orang lainnya di dunia, sebagian besar kematian di Tiongkok dan Hong Kong. Penyakit ini muncul di Tiongkok selatan pada 2002, menyebar dengan cepat ke kota-kota dan negara-negara lain. Lebih dari 8.000 orang terinfeksi dan 775 orang meninggal.

Polisi Wuhan minggu ini mengatakan mereka telah memanggil delapan orang yang memposting dan meneruskan informasi palsu secara online, yang menyebabkan dampak sosial yang merugikan”.(AFP/Uca/I-1)

BERITA TERKAIT