05 January 2020, 19:05 WIB

Tiga Desa di Lembata Diterjang Angin Puting Beliung


Alexander P Taum | Nusantara

MI/Alexander P Taum
 MI/Alexander P Taum
Tiga Desa di Lembata Diterjang Angin Puting Beliung

SEDIKITNYA 25 rumah warga rusak berat dan ringan, disamping rusaknya sarana tangkap milik nelayan, kabel listrik, atap Kantor Desa serta perabotan milik warga mengalami rusak berat, menyusul angin puting beliung melanda 3 Desa di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (5/1) pagi.

Angin puting beliung disertai hujan yang terjadi sejak subuh, melanda 3 Desa yakni Desa Kolipadan, kecamatan ile Ape, Desa Hadakewa dan Desa Lewoeleng di Kecamatan Lebatukan. Kejadian terjadi begitu cepat hingga memporak porandakan rumah warga. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.  

Kerusakan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum itu disebabkan terpaan angin puting beliung yang langung mengangkat atap rumah warga, serta pohon besar yang tumbang diterjang angin puting beliung kemudian menimpa rumah warga.  

Di Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, angin puting beliung itu merobohkan 12 rumah warga. Sementara di Desa Hadakewa dan Desa Lewoeleng di Kecamatan Lebatukan, 12 rumah warga juga dikabarkan mengalami rusak berat dan ringan.   
 
Midun Pureklolon, warga Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape,Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengaku, kejadian tersebut terjadi Pada Hari Minggu, (5/1/2020), Sekitar Jam 04.30 sampai dengan Jam 05.00 Wita atau sekitar 30 menit.

"Saat itu saya berada di dalam rumah. Hujan di sertai Angin Kencang (Angin Puting beliung). Ada suara gemuruh. Tiba-tiba atap rumah kami terangkat, kemudian dijatuhkan di atap rumah Bapa Bakir Soba. Beruntung kami semua selamat dari kejadian itu," ujar Midun.

Pejabat Kepala Desa Kolipadan, Halijah, menyebutkan, Warga Korban Angin puting beliung, untuk sementara waktu menumpang di rumah keluarga.

Sementara itu, Koordinator Satgas Bencana Polres Lembata, AKP Martin Arjon, kepada Media Indonesia, Minggu, menjelaskan, Bencana puting beliung di Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, kabupaten Lembata menyebabkan 12 (Duabelas) Rumah Warga rusak baik ringan maupun berat.


Baca juga: Angin Kencang Landa Empat Desa di Pamekasan


"Dalam Pelaksanaan Monitoring dan Pemantauan lokasi Bencana, Pihak Personil Polres Lembata yang dikoordinir oleh Kasat Sabhara Polres Lembata, IPTU Ola Angin Leonardus dan Kapolsubsektor Ile Ape AIPTU Udin Abdullah bersama Piket SPK membantu membersihkan dan membereskan atap-atap seng  yang terbongkar. Turut serta dalam kegiatan tersebut, Camat Ile Ape dan  Danramil 1624 -03 Lewoleba, Mayor Inf  Chb Ikhsan dan Anggota TNI AD Koramil 1624 -03 Lewoleba," ujar AKP Martin.

Adapun identitas korban pemilik rumah dan perkiraan kerugian yang dialami adalah sebagai berikut:

-Midun Pureklolon, Kondisi Rumah Atap terangkat dan Mengenai Rumah Bpk. Bakir Soba, Total Kerugian --+ 15.000.000,
-Bakir Soba, Kondisi Atap Seng runtuh akibat tertimpa atap rumah Midun Pureklolon, Total Kerugian -+ Rp.17.000.000,
-Khadijah Sedo, kondisi rumah atap Rumah Terangkat, Kerugian -+ 15.000.0000,
-Muhajir Peledur, Kondisi Rumah Atap rumah Terangkat, Kerugian -+ 15.000.000,
-Kaji Hamja, Kondisi Rumah, Atap Seng terangkat, kerugian -+ 15.000.000,
-Baharudin Beda, Kondisi Rumah atap terangkat, Kerugian, -+ 15.000.000,
-Syafrudin Pandai, Dapur Rubuh, Kerugian -+ 15.000.000,
-Sejati Uba, Kondisi Atap Seng tergeser dari kedudukannya, Total kerugian, -+ Rp. 5.000.000,
-Amrullah Suban, Tembok rumah retak karena tertimpa atap Rumah Sdr. Kaji Hamja, Kerugian -+ Rp. 5.000.000,
-Bakar Boli, Atap Bangunan  MCK terbongkar, Kerugian -+ Rp. 5.000.000,
-Muhamad Rajin, Tembok Rumah Retak, Kerugian -+ Rp. 5.000.000,
-Sadan Suban, Atap Seng Terbongkar (ybs sudah memperbaiki sendiri), Kerugian -+ 2.500.000

Sementara itu, Kapolpossubsektor Lebatukan, Aipda Roni Maak, menjelaskan, angin puting beliung di wilayah Kecamatan Lebatukan menyebabkan 12 rumah warga rusak berat dan ringan. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Sedangkan perabotan milik warga yang rumahnya tertimpa pohon, tidak satu pun dapat diselamatkan.

"Kami bersama warga bahu membahu membersihkan material pohon yang menimpa rumah warga. Kami juga dibantu warga dan anggota TNI  berusaha menebang pohon yang berpotensi menimpa rumah warga. Sedangkan ada beberapa rumah warga yang masih tertimpa pohon besar, belum dapat di bersihkan," ujar Aipda Roni. (OL-1)

 

 

BERITA TERKAIT