05 January 2020, 22:50 WIB

Cianjur Menuju Wisata tanpa Prostitusi


MI | Nusantara

Ilustrasi
 Ilustrasi
Praktek prostitusi

PRAKTIK prostitusi di kawasan wisata Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membuat sejumlah pihak gerah. Apalagi, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) juga mensinyalir praktik terselubung itu terindikasi dengan aksi perdagangan manusia yang melibatkan anak-anak.

“Harus ditegaskan bahwa praktik prostitusi bukan bagian dari pariwisata di Cianjur. Untuk itu, perlu pembenahan masif, sehingga citra pariwisata di daerah ini, terutama di kawasan Cipanas tidak tercoreng praktik prostitusi,” tegas Kepala Bidang Advokasi P2TP2A Cianjur, Lidya Indayani Umar, MInggu (5/1).

Ia mengakui dugaan prostitusi terselubung sangat mengemuka terjadi di Cipanas, salah satunya di kawasan hunian elite Vila Kota Bunga di Desa Sukanagalih, Pacet. Untuk itu, lembaga ini selalu berkoordinasi dengan Pemkab Cianjur untuk meningkatkan pengawasan.

“Kami sudah menyampaikan hal itu kepada Sekda yang juga Ketua Gugus Tugas penanggulangan Trafficking. Apalagi ada keterlibatan orang asing yang menjadi pemakai jasa prostitusi,” tandasnya.

Ia menilai pengawasan terhadap kawasan hunian seperti Vila Kota Bunga relatif kurang. Pemkab Cianjur terlihat lebih fokus merazia hotel-hotel. (BB/N-2)

BERITA TERKAIT