05 January 2020, 08:00 WIB

Kementan Siap Ganti Kerusakan Pangan


Ihfa Firdausya | Ekonomi

MI/BARY FATHAHILAH
 MI/BARY FATHAHILAH
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan mengganti kerusakan pangan akibat bencana banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut sektor pangan yang terimbas banjir di wilayah itu sejauh ini telah teratasi.

“Kalau pangan, sudah teratasi melalui protap-protap Kementerian Pertanian. Kalau ada yang busuk, kami ganti. Kami siap mengintervensi bibitnya lagi,” ujar Syahrul di sela-sela kunjungan korban banjir di Cilincing, Jakarta Utara, kemarin.

Kementan, lanjutnya, memiliki antisipasi yang baik untuk menghadapi bencana alam seperti banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sejak 1 Januari lalu.

“Di pertanian itu juga ada asuransi pertanian dan lain-lain. Kita tidak berharap musibah datang. Namun, jika musibah datang, insya Allah kementerian dan para dirjen ini semua memiliki antisipasi yang kuat untuk itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menteri Pertanian berharap kolaborasi pemangku kepentingan dalam menangani musibah terus terjaga.

“Saya berharap memang kerja sama yang utuh antara Kementerian Pertanian, para gubernur, bupati/wali kota, seperti hari ini komunikasi saya bagus. Kita bersama-sama di lapangan.”

Menurut Syahrul, Kementan pun telah menyebar para jajarannya untuk mengunjungi sejumlah wilayah lain yang terdampak banjir.

Kementan mengirimkan total 11 truk yang berisi bantuan sosial untuk para korban banjir di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Bantuan itu terdiri atas sembako, selimut, pampers, biskuit, air mineral, mi instan, termasuk 2,5 ton beras dari PT Pertani (persero).

Menurut Sekretaris Kota Jakarta Utara Desi Putra, lima kelurahan di Kecamatan Cilin­cing tergenang banjir. Dari lima kelurahan yang terimbas banjir, hingga kemarin hanya Kelurahan Rorotan yang masih tergenang.

“Ada 2.699 jiwa yang mengung­si di daerah Cilincing.­ Alhamdulillah semua dalam kondisi yang tertangani dengan baik berkat kolaborasi, tidak hanya masyarakat dan pemerintah yang terlibat, tapi berbagai stakeholder. Semua bersama-sama membantu,” ungkap Desi. (Ifa/P-2)

BERITA TERKAIT