05 January 2020, 05:30 WIB

Bersiaplah untuk 5 Tren Ini


FETRY WURYASTI | Weekend

ILUSTRASI: 123RF; OLAH GRAFIS: BRIYAN
 ILUSTRASI: 123RF; OLAH GRAFIS: BRIYAN
Revolusi industri 4.0 dan teknologi berkembang dengan laju mencengangkan.

Dunia tengah memasuki revolusi industri 4.0 dan teknologi berkembang dengan laju mencengangkan. Memang tidak semua teknologi modern ini sesuai dengan kebutuhan Anda. Namun, perlu sedikit mengenalnya untuk mengetahui plus minusnya bagi kebutuhan Anda. Tak kenal, maka tak sayang dan tertinggal, bisa berarti terlibas.

Wisata Luar Angkasa

Jika ambisi Anda ialah terbang ke luar angkasa, dan Anda punya banyak uang, 2020 bisa menjadi momentum. Menurut Guy Norris, editor senior di Aviation Week & Space Technology, tahun ini ialah periode penting untuk perjalanan ke ruang angkasa komersial.

Boeing CST-100 Starliner, yang dapat membawa hingga tujuh astronot ke orbit, baru-baru ini telah melangsungkan uji terbang perdana tanpa kru.

Tahun depan, uji coba dilanjutkan dengan penerbangan berawak.

Sementara itu, kapsul SpaceX  Dragon akan melalui beberapa tes akhir pada awal 2020 dan jika berjalan lancar juga akan siap untuk misi awak.

New Shepard, roket suborbital yang diproduksi Blue Origin, perusahaan miliuner Amazon, Jeff Bezos, juga dikabarkan siap untuk membawa wisatawan ke luar Bumi.

Demikian pula Virgin Galactic, dikabarkan mulai siap untuk penerbangan komersial mulai 2020, sedekade lebih lambat daripada target awal pemiliknya, Richard Branson.

Konon, sudah lebih 600 orang yang menyetor deposit untuk penerbangan Virgin Galactic dengan tiket seharga US$250 ribu atau setara Rp3,5 miliar saat ini.

Layar Lengkung dan Tampilan Fleksibel

Peluncuran ponsel lipat pertama Samsung pada April silam tidak berjalan mulus. Beberapa pengulas memecahkan layar dan perusahaan harus membuat beberapa perbaikan cepat sebelum mulai dijual pada September.

Di sisi lain, Motorola memiliki peluncuran Razr baru yang lebih sukses. Kendati beberapa pengulas mengeluhkan harga yang terlalu tinggi, sepertinya itu tidak menahan animo pasar.
Samsung diperkirakan akan meluncurkan perangkat lain dengan tampilan yang fleksibel tahun depan, mungkin sebuah tablet.

TCL, pembuat TV terbesar kedua di Tiong­kok, juga telah berjanji untuk meluncurkan perangkat seluler lipat pertamanya pada tahun ini. Itu akan menjadi pertaruhan besar setelah TCL menginvestasikan US$5,5 miliar (Rp77 triliun).

Para analis juga mengatakan bahwa layar akan disematkan pada berbagai produk elektronik. Speaker pintar mungkin memiliki layar pembungkus, juga pintu lemari pendingin.

Komputasi Kuantum
Tahun depan juga akan menjadi besar untuk komputasi kuantum, teknologi yang mengeksploitasi perilaku membingungkan dari partikel-partikel kecil seperti elektron dan foton.

Pada Oktober lalu, Google menyatakan komputer kuantumnya sukses menyelesaikan suatu perhitungan tertentu, yang oleh komputer pintar lain membutuhkan 10 ribu tahun, hanya dalam 200 detik.

Setelah teknologinya terbukti, komputer kuantum diyakini dapat memacu terobosan dalam bidang kimia, farmasi, dan teknik. Google juga telah berjanji untuk membuat komputer kuantum tersedia untuk digunakan orang luar pada 2020, tetapi belum memberikan detail apa pun.

AI sebagai Layanan

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ialah salah satu revolusi teknologi paling transformatif di zaman kita. Tidak sedikit perusahaan, terutama di negara maju, yang mulai mengeksplorasi penggunaan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan efisiensi bisnis. Ini akan berlanjut pada 2020 dan beberapa orang akan semakin terbiasa bekerja bersama AI, merancang dan menggunakan sistem berbasis AI kita sendiri tampaknya masih tetap menjadi sesuatu yang mahal bagi sebagian besar pelaku bisnis.

Karena alasan ini, mayoritas aplikasi AI akan terus dilakukan melalui penyedia platform AI0as-a-service, yang memungkinkan kita untuk memasukkan data kita sendiri dan membayar penggunaan algoritma atau sumber daya lain sebatas penggunaan.

Sekarang, platform semacam itu baru disediakan para raksasa, seperti Amazon, Google, dan Microsoft, dengan biaya yang cenderung mahal untuk kustomisasi. Pada 2020, provider akan bertambah dengan layanan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan klien.

Jaringan Supercepat

Pada akhir 2019, sekitar 40 ja­ringan di 22 negara menawarkan layanan 5G. Pada akhir tahun ini, jumlah tersebut akan menjadi lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 125 operator, kata Kester Mann di CCS Insight.

Konektivitas internet seluler generasi ke-5 itu akan memberi kita kecepatan unduh dan unggah supercepat serta koneksi yang lebih stabil. Tahun lalu, layanan tersebut masih sebatas di kota besar dan masih tergolong mahal. Tahun ini, ada kemungkinan 5G benar-benar mulai terbang, dengan paket data yang lebih terjangkau serta jangkauan yang jauh lebih baik.

Jaringan data supercepat tidak hanya memungkinkan kita mengunduh film dan musik dengan lebih leluasa, tetapi juga menandakan jaringan seluler yang menjadi lebih cepat daripada jaringan kabel serat optik. Perusahaan harus mempertimbangkan implikasi bisnis dari memiliki akses internet yang supercepat dan stabil di mana saja. Bandwidth yang meningkat akan memungkinkan mesin, robot, dan kendaraan otonom untuk mengumpulkan dan mentransfer lebih banyak data dari sebelumnya, yang mengarah pada kemajuan di bidang internet of things (IoT) dan mesin pintar. (BBC/Forbes/M-2)

BERITA TERKAIT