04 January 2020, 21:54 WIB

Transjakarta Rancang Rute Alternatif Antispasi Banjir


Ferdian Ananda Majni | Megapolitan

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
 ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Mobil dan bus Transjakarta terendam banjir di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan.

BANJIR yang melanda sejumlah kawasan di Jakarta telah mengakibatkan rute Transjakarta tidak beroperasi. Oleh karena itu, PT Transjakarta segera merancang jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan ketika koridor terputus akibat banjir tersebut.

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan pihaknya akan membuat sejumlah rute alternatif untuk mengantisipasi banjir di Jakarta sehingga pelayanan Transjakarta tidak terganggu.

"Belajar dari pengalaman tentunya oleh karena itu rute-rute alternatif untuk banjir ini sedang kita siapkan. Dishub juga sudah mendorong ada rute-rute alternatif untuk banjir," kata Agung di Kawasan Jakarta Barat, Sabtu (4/1)

Saat ini PT Transjakarta tengah merancang rute mana saja yang akan dijadikan rute alternatif tersebut. Kata Agung, pihaknya juga telah melakukan pemetaan kawasan yang kerap dilanda banjir.

"Ini sedang kami siapkan ( jalur transjakarta rawan banjir). Nanti, jika sudah mulai mengindikasikan. Kami akan umumkan jalur alternatif itu ke publik," sebutnya.

Diketahui, banjir yang merendam sedikitnya 23 kecamatan dan 53 kelurahan di lima wilayah Ibu Kota mengakibatkan lima koridor TransJakarta tidak beroperasi. Yakni koridor  2, 3, 5, 8 dan 10.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan masih terdapat lima halte lagi yang belum bisa memberikan pelayanan meskipun banjir sejak malam tahun baru sudah surut.

"Empat halte di korido 3 yang belum melayani yaitu Halte Jembatan Baru, Taman Kota, Dispenda dan Halte Jembatan Gantung, dan satu halte di koridor 8, Halte Green Garden," kata Agung

Halte Green Garden belum bisa melayani publik karena masih terkena imbas pemadaman listrik, sementara empat halte yang berada di koridor 3 awalnya menjadi tempat pengungsian ketika banjir merendam pemukiman warga.

"Saat ini tinggal tinggal satu halte di Jembatan Baru yang jadi pengungsian. Kalau mau dibilang, sudah banyak kemajuan, tadinya empat halte sekarang tinggal satu halte," kata dia.

Untuk tiga halte selain Jembatan Baru yang berada di koridor 3, menurut dia masih belum bisa beroperasi meski sudah tidak menjadi tempat pengungsian lagi karena separasi jalur Transjakarta masih dalam tahap pembenahan.

Seluruh koridor Transjakarta sudah beroperasi pasca banjir, khusus untuk koridor 3, belum bisa menggunakan jalur khusus karena masih tahap perbaikan separasi, saat ini bus melewati jalur kendaraan biasa di sepanjang Jalan Daan Mogot.

PT Transjakarta pada Minggu (5/1) akan merampungkan perbaikan separasi jalur, diperkirakan Senin sudah bisa digunakan kembali, kemudian tiga halte yang belum beroperasi juga akan beroperasi setelah jalur bisa digunakan.

"Kalau jalur harusnya bisa dipakai Senin, tapi untuk halte (yang masih digunakan pengungsi) apakah bisa untuk pelayanan itu nanti tergantung kondisi, bagaimana kondisi kediaman warga, sehingga warga bisa kembali dengan baik," katanya

Menurut Agung, warga masih diizinkan mengungsi di Halte Transjakarta Jembatan Baru, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, sampai rumah mereka benar-benar bersih dari banjir dan bisa ditempati kembali.

"Kalau kami melihatnya dari Transjakarta tentu kita ingin layanan transportasi publik segera berjalan di halte ini, tapi kita juga memahami dari aspek kemanusiaan, ini ada warga yang masih harus memanfaatkannya," pungkas Agung. (OL-4)

BERITA TERKAIT