04 January 2020, 16:19 WIB

NasDem Minta Anies Rampungkan Normalisasi Sungai


Tri subarkah | Megapolitan

MI/Tri Subarkah
 MI/Tri Subarkah
Wibi Andrino

KETUA Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mengkritisi molornya penyelesaian normalisasi Kali Sunter. Hal itu ia sampakan saat menyambangi Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (4/1). Dalam kunjungannya tersebut, Wibi menyebut warga sekitar sebenarnya
bersedia jika lahannya dibebaskan untuk program normalisasi.

"Kita mendapatkan penjelasan dari warga bahwa warga sendiri sudah bersedia untuk dibebaskan lahnnya, tapi kenapa proses pembayaran dan eksekusinya belum berjalan? Bahkan sempet ada yang sebagian sudah, namun sebagian belum berlanjut," ungkap Wibi saat ditemui di Cipinang Melayu, Sabtu (4/1).

Menurut Wibi, DPRD DKI Jakarta melalui Badan Anggaran telah menyetujui anggaran penanganan banjir yang diminta oleh eksekutif. Dalam APBD tahun 2020 sendiri, anggaran tersebut disetujui sebesar Rp1,5 triliun.

"Jadi what's the problem? Apa masalahnya lagi? Ya lakukan dong, eksekusi dong. Jangan menunggu ada korban jiwa dulu, baru kita bergerak. Ini yang menjadi kekecewaan saya sebagai anggota DPRD DKI Jakarta," katanya.

Adapun anggaran penanganan banjir pada 2019 lebih tinggi dibanding tahun ini, yakni mencapai Rp1,7 triliun. Namun anggaran tersebut tidak terserap maksimal karena terkendala proses pembebasan lahan. Kendala utamanya, jelas Wibi, setiap pembebasan lahan tidak langsung dilanjutkan dengan proses pembangunan normalisasi.

"Akhirnya wilayah tersebut dihuni kembali setelah dibebaskan. Jadi nggak selesai-selesai. Penyelesainnya harus secara komprehensif. jadi Jangan pembebasan sendiri, pembangunan sendiri. Ya namanya setiap ada lahan kosong pasti ada manusia yang nempatin," tegas Wibi.

Lebih jauh, Wibi berharap Gubernur DKI Jakarta  Anies Baswedan membangun sistem  pengendalian terhadap bencana luar biasa. Wibi menyebut pemerintah tidak boleh gagap menghadapi bencana, sekalipun terjadi saat hari libur, seperti Tahun Baru.

"Yang masalah (meninggal) tersengat listrik, ini kan mengecewakan kita. Kenapa bisa PLN tidak mematikan daam keadaan status banjir luar biasa itu, listrik harus shut down bagaimanapun itu," terangnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT