04 January 2020, 13:22 WIB

Pemerintah Harus Minta Maaf untuk Bantu Pemulihan Korban Banjir


Sri Utami | Megapolitan

PEMERINTAH diharapkan tidak hanya fokus pada langkah antisipasi dan penanganan banjir tapi juga melakukan pemulihan fisik dan psikis para korban. Dalam diskusi polemik di tempat pengungsian Jakarta Timur, Psikolog Muhammad Iqbal mengungkapkan salah satu pemulihan dasar kepada korban adalah permintaan maaf dari pemerintah atas kejadian yang banyak merenggut korban jiwa itu.

"Permintaan maaf harusnya sudah dilakukan sejak hari pertama terlepas itu dari pemerintah daerah maupun pusat. Karena, hal itu berdampak pada ketenangan dan mengurangi beban korban," ucapnya.

Secara psikis, dampak trauma korban banjir akan berlangsung lama sehingga pertolongan pertama yang harus dilakukan selain penyelamatan jiwa yakni memenuhi kebutuhan dasar korban termasuk sikap untuk mendengarkan dan diperhatikan.

Baca juga: Kondisi Psikologis Korban Banjir Jangan Dilupakan

"Efeknya sangat panjang. Pertolongan pertama psikologi yakni membuat mereka nyaman dengan memenuhi kebutuhan dasar. Dan gestur (relawan dan petugas) juga harus menunjukan empati, tidak usah bertolak pinggang, korban duduk di bawah dan kita duduk di atas juga jangan diinterogasi atau ditanya terlalu banyak," ungkapnya, Sabtu (4/1).

Selanjutnya, sambung Iqbal, para korban harus segera dihubungkan dengan sanak saudaranya yang mungkin terpisah saat terjadi bencana. Langkah selanjutnya yakni memberdayakan korban dengan melibatkan untuk berbagai aktivitas kebencanaan.

"Ini yang akan membangun harapan hidup dan masa depan mereka, merasa dimanusiakan. Jika ini tidak dilakukan, akan memicu gangguan psikologis, khawatir yang berlebihan khususnya anak dan perempuan. Ini harus dilakukan pada saat hari pertama bukan konseling," tegasnya.

Sementara itu, untuk korban anak dan balita, asupan gizi yang baik harus tercukupi di samping membangun situasi yang aman dan nyaman.

"Untuk anak yang terpenting pikirannya adalah bermain. Harus ada sarana keamanan lalu ajak bertaktifitas dengan mendongeng atau bermain yang mendidik," tukasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT