04 January 2020, 11:50 WIB

Atang Sendjaja Kirim Bantuan Pakai Heli


Dede Susianti | Nusantara

Ist
 Ist
Bantuan logistik untuk korban bencana banjir diangkut menggunakan helikopter karena akses darat terputu

TNI Angkatan Udara Pangkal­an Udara Militer (Lanud) Atang Sendjaja bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat di sejumlah daerah di Kabupaten Bogor. Sejumlah daerah yang dilanda bencana banjir dan longsor ini terisolasi hingga harus ditempuh lewat udara.

“Kita membantu masyarakat yang sedang kesulitan karena terputusnya akses jalan di sana sehingga kita tidak bisa masuk. Makanya kita dari ATS membantu,” ujar Danlanud ATS Marsekal Madya Ending Sungkana.

Dia mengatakan pengiriman bantuan itu dilakukan secara ber-sama-sama oleh Pemkab Bogor, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor. Bantuan yang diberikan berupa makanan instan, obat-

obatan, perlengkapan pribadi serta kebutuhan anak dan ibu. “Kita bantu masyarakat yang saat ini benar-benar sedang membutuhkan logistik,” katanya.

Ending menjelaskan bahwa untuk saat ini memang belum banyak logistik yang bisa dikirim atau didistribusikan ke lokasi bencana karena kendala akses.

Menurutnya, dengan menerjunkan satu helikopter super puma, pihaknya langsung bisa menyasar lima lokasi sekaligus yang kondisinya sedang terisolasi.

“Pesawat satu dengan lima kru dan ada pasukan khas, melokali­sasi di sana untuk pengamanan. Kita melakukan riset medannya sendiri di Google. Ternyata setelah tiba di sana, baru diketahui dan terlihat ada beberapa longsoran, lalu dapat informasi dari masyarakat bahwa dimungkinkan untuk dropping bantuan. Jadi, saya intruksikan agar tidak perlu mendarat karena becek,” paparnya.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudi Susmanto yang ikut dalam pendistribusian tersebut mengatakan bahwa bantuan berasal dari Kementerian Sosial, anggota DPRD Kabupaten Bogor, dan sejumlah pihak.

“Saya ingin melihat kondisi Kabupaten Bogor dari udara. Ternyata ada lima daerah yang terisolasi,” tutur Rudi.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor Dede Armamsyah menjelaskan bahwa hujan tinggi pada 31 Desember 2019 dan 1 Januari di 2020 menyebabkan terjadinya longsor di beberapa wilayah.

“Di Kecamatan Sukajaya ada 7 desa dan di Cileuksa ada 5 titik. Tiga desa yang belum bisa diakses, yaitu Desa Cileuksa, Cisarua, dan Kiara Sari. Terputusnya akses ke tiga desa ini menyebabkan kita tidak punya informasi karena jaringan telekomunikasi dan jaringan listrik di sana terputus,” pungkasnya. (DD/J-2)

BERITA TERKAIT