04 January 2020, 10:40 WIB

Stok Beras Bulog Aman dari Banjir


Andhika Prasetyo | Ekonomi

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Pekerja mengangkut karung berisi beras di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta

DIREKTUR Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh memastikan bencana banjir yang melanda Jabodetabek tidak mengganggu stok beras yang dikelola perseroan.

Ia mengatakan tidak ada gudang Bulog yang terendam akibat curah hujan tinggi pada malam pergantian tahun. “Semua gudang aman. Gudang di Kelapa Gading aman. Gudang di Bekasi, Tangerang, dan Cibitung juga aman. Kalau akses ke gudang itu banjir, memang iya. Tapi gudang-gudang tidak,” ujar Tri, kemarin.

Dengan jumlah gudang yang sangat banyak, yakni mencapai 1.600 unit di seluruh Indonesia, ia meyakini banjir tidak akan mengganggu sistem distribusi beras.

“Bulog punya gudang di setiap kabupaten/kota, jadi distribusi tidak akan terganggu. Kalau banjir di daerah Tangerang, ya kami pasok dari gudang di Tangerang, bukan dari Kelapa Gading. Jadi kalau distribusi tidak ada masalah,” tuturnya.

Dengan ketersediaan yang cukup dan penyaluran yang lancar, ia optimistis harga beras tetap akan terjaga sekalipun dalam kondisi terjadi bencana seperti saat ini.

Di luar itu, perseroan juga turut mengirimkan bantuan berupa bahan pangan, seperti beras, gula, dan minyak goreng ke wilayah-wilayah yang terdampak banjir di kawasan Jabodetabek.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi, semua pihak harus membantu, dan Bulog sebagai salah satu komponen bangsa dan bagian dari BUMN langsung bergerak membantu warga korban banjir,” kata Direktur SDM dan Umum Bagya Mulyanto.

Perum Bulog mengirimkan pasokan bahan pangan berupa puluhan ton beras, gula, dan minyak masak ke wilayah-wilayah yang terkena banjir di kawasan­ Jabodetabek dengan berkoordinasi dengan aparat Kodam, kepolisian, serta Pemda DKI guna membantu warga korban banjir.

Bagya yang juga koordinator bantuan bencana Bulog menyampaikan, bantuan yang diberikan sesuai dengan koordinasi yang ada dan berfokus untuk mendirikan dapur umum dengan menyediakan sementara ini masing masing 10 ton beras, 2 ton gula (dibagi per satu kilogram kantong plastik), dan 2 ton minyak kiloan.

Bulog juga mengerahkan sejumlah perahu karet untuk membantu mengevakuasi warga korban banjir agar bisa diselamatkan dari rendaman banjir. (Pra/Faw/J-1)

BERITA TERKAIT