04 January 2020, 12:15 WIB

Bolivia akan Gelar Pilpres pada 3 Mei


Basuki Eka Purnama | Internasional

WARGA Bolivia akan memilih presiden baru pada 3 Mei, enam bulan pascapemilu yang berujung kerusuhan dan menyebabkan mundurnya Presiden Evo Morales.

Penjabat Presiden Bolivia Jeanine Anez menggantikan posisi Morales yang kemudian melarikan diri ke Meksiko.

"Pemilihan presiden baru akan digelar pada pekan pertama Mei," tegas Wakil Presiden KPU PUsat Bolivia Oscar Hassenteufel.

Saat ini, KPU Bolivia tengah menyusun jadwal pendaftaran kandidat, waktu pemilu, aturan mengenai iklan pemilu, dan aturan jika harus digelar pemilu putaran kedua.

Baca juga: Iran Ancam Balas Kematian Soleimani

Bolivia sudah dilanda kerusuhan sejak pemilu presiden pada 20 Oktober. Morales bersikeras dirinya meraih kemenangan dan terpilih untuk masa jabatan keempat sementara warga menuding terjadinya kecurangan dan kemudian melakukan aksi demonstrasi.

Pada 10 November, setelah kehilangan dukungan dari militer, presiden Bolivia pertama yang berasal dari suku asli itu mengundurkan diri dan melarikan diri ke Meksiko. Dia kemudian hijrah ke Argentina agar bisa lebih dekat ke Bolivia.

Morales, Desember lalu, mengatakan dirinya digulingkan oleh kudeta buatan Amerika Serikat (AS) yang ingin menguasai sumber daya lithium negara itu.

Permintaan akan lithium diperkirakan akan meningkat pesat karena sumber daya itu merupakan bahan dasar pembuatan baterai untuk perlengkapan canggih seperti laptop dan mobil listrik. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT