04 January 2020, 10:00 WIB

Pemprov Jateng Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Jakarta


Haryanto | Nusantara

MI/Haryanto
 MI/Haryanto
Bantuan Provinsi Jateng Untuk Banjir di Jakarta.

PEMPROV Jawa Tengah resmi mengirimkan bantuan bencana banjir ke DKI Jakarta, Jumat (3/1) malam. Bantuan logistik tahap pertama itu juga diperuntukkan BAGI korban bencana di Jawa Barat dan Banten.

Total ada 33 item bantuan logistik yang dikirim. Dari popok, selimut, air minum kemasan, seragam sekolah, tenda, matras, mukena, sarung dan lainnya. Setiap item berjumlah 2000 buah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud persaudaraan dan rasa sayang rakyat Jateng pada korban banjir di tiga provinsi tersebut.

Baca juga: Banten Lima Wilayah Darurat Bencana Banjir dan Longsor

Menurut Ganjar, bantuan tersebut baru tahap pertama. Logistik yang dikirimkan sudah disesuaikan dengan kebutuhan para korban. Data kebutuhan itu berdasarkan koordinasi BPBD Jateng dengan BPBD DKI Jakarta, Jabar, dan Banten.

"Tidak banyak yang kami kirim, tapi insyaallah ini bagian dari saling membantu, rasa sayang, kepedulian dan kekompakan kita antar sesama anak bangsa dan kebiasaan kita antar provinsi dan BPBD jika terjadi bencana, saling tolong menolong," kata Ganjar.

Maka, lanjut Ganjar, relasi ini mesti dipertahankan terus menerus. Selain logistik tersebut, Ganjar juga mengerahkan kantor penghubung Jawa Tengah di Jakarta untuk standby, kalau misalnya diperlukan dapur umum, posko dan sebagainya.

"Mungkin mereka yang ada di sana termasuk golongan mampu, tapi ini sebagai sesama anak bangsa. Ini bagian awal selanjutnya tim yang diberangkatkan akan standby terus dan memantau apa yang masih bisa kita kirimkan," katanya.

Selanjutnya, bantuan logistik tiga truk tersebut akan dikirim langsung ke kantor BPBD masing-masing. Jadi hubungannya antar pemerintah. Begitu tiba dan dilaporkan, bantuan akan di-BKO-kan kemudian dikirimkan ke masyarakat.

Sementara, untuk tim yang akan berangkat pada Sabtu (4/1), Ganjar mengatakan jangan sampai merepotkan. Untuk mencukupi kebutuhan keseharian personel harus disiapkan sendiri. Sehingga tim yang hadir di sana bisa menjalin komunikasi intens dengan tim BPBD daerah setempat.

"Mereka sangat paham SOP penanggulangan bencana. Tim jangan merepoti. Kalau kita datang membantu kita harus siap menghidupi diri sendiri. Jangan sampai di sana jadi persoalan. umpama ada yang sakit langsung kita tarik dan ganti. Yang tidak memenuhi kualifikasi jangan ikut. Jangan membikin repot. Tugas kita akan menolong jangan sampai malah ditolong," katanya.

Untuk relawan, sebanyak 50 personel akan diberangkatkan ke Jakarta. Untuk itu, Ganjar mengatakan agar personel tetap menjaga etika. Jangan sampai menyebar kabar kebencian, terlebih di media sosial.

"Jangan ada yang nyinyir. Tolong kalau nulis di medsos diniati dengan baik," katanya. (OL-2)

BERITA TERKAIT