04 January 2020, 07:00 WIB

Sejumlah Korban Banjir Masih Mengungsi di Halte Trans-Jakarta


Antara | Megapolitan

SEKITAR 140 korban banjir masih bertahan di halte Trans-Jakarta Koridor 3 rute Harmoni menuju Kalideres.

Jumlah tersebut sudah berkurang dibandingkan pada Rabu (1/1) lalu yang mencapai angka 300 orang. Mereka mengungsi di sejumlah titik pengungsian halte Trans-Jakarta.

Titik pengungsian itu berada di Halte Dispenda, Jembatan Gantung, Taman Kota, dan Jembatan Baru serta depo Trans-Jakarta di Pesing yang dijadikan lokasi persinggahan sementara bagi warga sekitar yang rumahnya tergenang banjir.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan pihaknya memang mengizinkan warga untuk mengungsi di halte Trans-Jakarta. Hal itu sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meminta jajaran Pemprov untuk membantu warga yang terdampak banjir.

Baca juga: BNPB Mencatat 21.940 Warga DKI Masih Mengungsi Karena Banjir

"Ada beberapa halte Trans-Jakarta dan depo yang dijadikan warga sebagai tempat pengungsian,” tutur Nadia, Sabtu (4/1).

Nadia mengatakan tidak hanya menyediakan halte sebagai tempat singgah, Trans-Jakarta juga memberikan bantuan berupa makanan siap saji, obat-obatan, kue kering, susu, tisue basah, dan cairan antiseptik untuk warga yang ada di sana.

Menurut Nadia, masih ada beberapa warga yang terpaksa tinggal di halte, seperti di Depo Trans-Jakarta Pesing. Mereka berjumlah 150 warga. Sementara di Halte Dispenda Samsat terdapat 30 warga.

Sedangkan, untuk di Halte Dispenda Jembatan Baru terdapat 120 warga dan sekitar 10 orang masih mengungsi di Halte Jembatan Gantung. Mereka terdiri dari lansia, dewasa, dan anak-anak.

Pendistribusian bantuan oleh PT Trans-Jakarta telah dilakukan sejak Kamis (3/1) dengan menggunakan truk operasional mekanik Trans-Jakarta. Hal itu dilakukan sebab saat banjir mengepung Jakarta, lokasi tersebut belum bisa diakses kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi warga yang terkena dampak banjir dan air cepat surut sehingga warga dapat melakukan aktivitas lagi seperti biasa,” jelas Nadia. (OL-2)

BERITA TERKAIT