03 January 2020, 22:57 WIB

LAZ AI Azhar Jadi Mitra BPBD DKI Untuk Penanggulangan Bencana


Ghani Nurcahyadi | Megapolitan

Dok. LAZ Al Azhar
 Dok. LAZ Al Azhar
Kerja sama penanggulangan bencana LAZ Al Azhar dengan BPBD DKI Jakarta

LEMBAGA Amil Zakat (LAZ) Al Azhar kembali mendapat kepercayaan dari Pemda DKI Jakarta sebagai mitra kerjasama strategisnya. Kali ini LAZ Al Azhar digandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dalam kemitraan bersama untuk penyelenggaraan penanggulangan bencana, khususnya bencana banjir yang terjadi di DKI Jakarta.

Agus Nafi selaku Direktur Eksekutif LAZ Al Azhar Agus Nafi mengatakan, kerja sama itu berbentuk memfokuskan Informasi, pemetaan bantuan dan beragam jenis dukungannya sehingga seluruh potensi penanganan kebencanaan dapat diakomodir menjadi satu dukungan yang akan bermanfaat luas bagi masyarakat seantero DKI Jakarta.

Selain LAZ Al-Azhar, BPBD DKi Jakarta juga menjalin kolaborasi dengan 20 lembaga, komunitas, dan perusahaan rintisan (stratup) dalam penanggulangan kebencanana di ibu kota. Kolaborasi itu ditandatangi bersama, Jumat (3/1).

Baca juga : BNPB Mencatat 21.940 Warga DKI Masih Mengungsi Karena Banjir

"Kepercayaan Pemda DKI Jakarta yang kesekian kali kepada LAZ Al Azhar merupakan amanah yang luar biasa untuk bisa mendukung program penanggulangan kebencanaan di Jakarta dan sekitarnya melalui pengerahan potensi kebersamaan secara lebih komprehensif bersama dengan para donatur, mitra mitra korporasi, jaringan akademis serta mitra komunitas dalam lingkup keluarga besar Al Azhar, kata Agus Nafi dalam keterangan tertulisnya.

Di sisi lain, Gubernur DKi Jakarta Anies Baswedan yang ikut menyaksikan penandatanganan kolaborasi penanggulangan kebencanaan itu berharap, kerja sama bukan hanya berwujud pada pengumpulan donasi kebencanaan semata, tapi juga harus mampu menyediakan sarana pendukung untuk mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan hingga mengatasi dampak bencana.

"Selain tentunya juga agar dapat menjadi jalur kolaborasi dukungan evakuasi, logistic, tehnologi, Informasi dan lain sebagainya yang juga harus dapat dilaporkan secara transparan serta up to date," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT