04 January 2020, 00:20 WIB

Cegah Saham Gorengan, BEI Perketat Pengawasan


Ifa/Medcom/E-3 | Ekonomi

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
 ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku otoritas pasar modal Indonesia menegaskan akan meningkatkan pengawasan dan pantauan untuk mencegah praktik saham gorengan yang kerap merugikan investor. Saham gorengan merujuk pada saham yang dapat tiba-tiba naik tinggi, tetapi kondisi fundamentalnya tidak baik.

“Tujuannya untuk menghi­­lang­kan praktik yang menciptakan harga tidak wajar melalui kemungkinan manipulasi harga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi, kemarin.

Hasan mengatakan BEI selalu berupaya menjaga bursa dari praktik manipulasi pasar guna menciptakan kewajaran dalam bertransaksi, termasuk penciptaan harga yang benar-benar murni.

Dalam hal pencegahan, lanjut Hasan, BEI pihaknya melakukan seleksi kelengkapan administrasi, kecakapan kapasitas, kemampuan pengembangan usaha, dan tata kelola terhadap perusahaan-perusahaan yang hendak listing di bursa.

Perusahaan-perusahaan yang tidak memenuhi kriteria di atas bisa ditolak untuk melantai di BEI.
Sementara itu, untuk perusa­­haan yang telah masuk ke bur­sa, BEI melakukan pengawasan dari segi transaksi.

BEI, kata Hasan, akan meningkatkan kriteria dan parameter pengawasan transaksi sehari-hari. BEI juga melakukan suspensi jika harga-harga saham yang tidak wajar terus berlanjut.

Hal itu ditegaskan Hasan menanggapi imbauan Presiden Joko Widodo kepada BEI dan OJK untuk membersihkan praktik saham gorengan di pasar modal Indonesia. Menurut Jokowi, praktik manipulasi pasar dan transaksi keuangan yang menjurus pada kecurang­an (fraud) harus ditindak tegas.

Terkait hal itu, analis Royal Investium Sekuritas Janson Nasrial mengatakan edukasi pasar modal harus masif diberi­kan kepada investor ritel sebagai upaya membersihkan saham gorengan.

“Investor ritel, kalau bicara modal dan pengetahuannya, tidak sepiawai investor institusi. Itu yang bisa kita lihat dari refleksi ucapan Pak Jokowi ke­marin,” tandasnya. (Ifa/Medcom/E-3)

BERITA TERKAIT