03 January 2020, 22:07 WIB

Sidak Proyek, Bupati Sikka Ragukan Bangunan Puskesmas Waigete


Alexander P. Taum | Nusantara

MI/Alexander P. Taum
 MI/Alexander P. Taum
Sidang proyek Bupati Sikka di Puskesmas Waigete

BUPATI Sikka, Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Roberto Diogo bersama Ketua DPRD Sikka Donatus David dan Anggota DPRD dari Fraksi Hanura, Wenseslaus Wege pada Jumat (3/1) pagi, menemukan buruknya kualitas pekerjaan Puskesmas Waigete di Desa Egon, Kecamatan Waigete.

Kedatangan para petinggi kabupaten sikka itu untuk meninjau langsung proses pengerjaan Puskesmas Waigete, kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

Bupati dan anggota DPRD Sikka itu meragukan kualitas pekerjaan Puskesmas yang dikerjakan kontraktor Pelaksana CV Hesty Indah tersebut.

Pasalnya, banjir yang melanda wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (29/12) hingga Senin (30/12) lalu telah merobohkan pagar Puskesmas yang baru selesai dibangun tersebut.

Proyek senilai Rp4,122 miliar itu dikerjakan melalui Dana ALokasi Khusus (DAK) dengan kontraktor CV hesty Indah dan konsultan pengawas CV Sahwana. Waktu pengerjaan proyek dalam kontrak tercatat 160 hari.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Rp200 Miliar Bangun RSUP di Kupang

Kecurigaan Bupati dan Anggota DPRD Sikka itupun terbukti. Saat berada dalam bangunan gedung Puskesmas Waigete tersebut, anggota DPRD Wenseslaus Wege melihat salah satu dinding bangunan diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi. Ia pun mencoba menggoyang dinding tersebut. Ironisnya, dinding tersebut pun Rubuh seketika.

Wenseslaus pun langsung naik pitam dan menegaska, tembok bangunan yang dikerjakan oleh pelaksana proyek sangatlah tidak berkualitas.

"Bagaimana tembok bangunan ini mau kuat kalau tidak ada besi pengikat antara tiang. Ini mau jadi apa, padahal di dalam ini kan nanti ditempati manusia. Ini benar kerja tidak berkualitas," ujarnya.

Sementara Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, kepada awak media menyampaikan, dirinya tidak mungkin melakukan pengawasan proses pembangunan satu per satu.

"Sidak seperti ini bermanfaat dan bisa kita temukan pekerjaan yang kualitasnya harus diperbaiki, dan ini masih diberi tambahan waktu 50 hari kelender kerja", ungkapnya.

Baca juga : Proyek Bandara Komodo Jadi Contoh Pembangunan dengan KPBU

Bupati Sikka yang akrab di sapa Robi Idong itu pun mengatakan akan menugaskan salah saru Inspektur atau staf untuk setiap 2-3 hari datang memantau proyek yang dikerjakan untuk melakukan pengawasan supaya dapat diselesaikan dengan baik.

"Untuk konstruksi yang meragukan perlu ada orang teknis, kita hanya bisa melihat secara garis besar tetapi dan nanti akan dibuka dokumennnya untuk bisa diteliti satu per satu," ujarnya.

Ini memang tidak gampang untuk mengelola satu kegiatan, kita secara struktural sudah lengkap seperti adanya perencanaan yang harus dikerjakan dengan baik, pelaksana dan pengawas baik.

"Setelah ini ada pemeriksaan, ini yang perlu kita benahi sehingga sistem pembangunan menjadi lebih baik", pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT