03 January 2020, 21:34 WIB

Catat! Ini yang Perlu Dilakukan Usai Mobil Anda Terendam Banjir


Nurtjahyadi | Otomotif

MI/Andry Widyanto
 MI/Andry Widyanto
Mobil terdampak banjir di Kompleks Perumahan IKPN Bintaro, Jakarta

BANJIR yang melanda sebagian besar wilayah DKI Jakarta dan wilayah lain di Indonesia kali ini luput dari antisipasi banyak orang. Banjir yang awalnya hanya menutupi jalan di depan rumah dengan cepat meninggi hingga banyak yang tidak sempat mengevakuasi mobilnya.

Untuk mobil yang terendam sebatas lantai masih cukup beruntung karena hanya perlu melepas karpet dan membersihkan segera agar kabin tidak menjadi bau.

Akan tetapi jika genangan air sudah menutupi mesin atau bahkan mencapai dasbor maka ada beberapa tindakan yang harus dilakukan agar kendaraan dapat dipakai kembali.

Hal yang paling wajib dilakukan adalah tidak menghidupkan mesin. Selain akan menghanguskan klaim asuransi (bila ada), menghidupkan mesin sangat berisiko menambah kerusakan yang sangat fatal sehingga menambah biaya perbaikan.

Berikutnya adalah sesegara mungkin melepaskan kabel aki. Melepaskan kabel aki sebelum mobil terendam adalah langkah yang paling benar. Hal itu untuk mencegah kerusakan fatal pada perangkat elektronika kendaraan seperti ECU, modul ABS, dan perangkat kelistrikan lainnya.

Baca juga : Kesalahan-Kesalahan saat Mencuci Mobil

Langkah berikutnya adalah menghubungi bengkel resmi atau bengkel langganan kepercayaan untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan yang dibutuhkan untuk memulihkan kondisi kendaraan.

Biasanya mekanik bengkel akan memeriksa dan menguras semua cairan pelumas, mulai dari oli mesin, oli transmisi, oli gardan dan sebagainya. Itu adalah hal yang memang harus dilakukan pada mobil korban banjir.

Komponen pengapian seperti coil, busi ,dan kabel busi biasanya memiliki seal pelindung. Bersihkan dengan air dan deterjen menggunakan kuas halus, keringkan lalu periksa apakah air sempat masuk ke bagian celah-celahnya.

Untuk perangkat kelistrikan seperti motor starter dan alternator juga perlu dibongkar untuk dibersihkan dari air dan kotoran. Setelah bersih dari kotoran dan dikeringkan, sebaiknya semprotkan cairan pelumas serbaguna pada bagian-bagian kontak komponen kelistrikan yang juga berfungsi untuk melindungi dari timbulnya karat.

Untuk komponen elektronik sebaiknya diserahkan pada ahlinya untuk diperiksa apakah masih bisa digunakan atau perlu penggantian. Jika air mencapai bagian dalam rangkaian elektronik, biasanya perlu dibersihkan dan dikeringkan (bisa diangin-anginkan atau dibantu alat pengering rambut).

Baca juga : Usai Berlibur, Jangan Biarkan Kabin Mobil Kotor

Setelah benar-benar kering, semprot dengan cairan contact cleaner untuk mengusir sisa air dan melindungi dari korosi, kemudian keringkan kembali sebelum dicoba. Hal ini berlaku juga dengan komponen panel instrumen. Namun jika panel instrumen sudah menggunakan teknologi LCD, biasanya tidak ada cara lain selain mengganti baru.

Untuk tombol dan saklar kelistrikan seperti tombol power window bisa dibersihkan dengan air bersih plus deterjen lalu tiup bagian dalamnya menggunakan bantuan kompresor hingga kering total.

Jangan lupa menyemprotkan cairan pelumas serbaguna untuk mencegah kontak-kontak logam dari korosi.

Periksa box sekering. Bila tekena banjir bersihkan dengan air lalu tiup menggunakan kompresor, kemudian semprotkan cairan pelumas serbaguna. Lakukan hal yang sama jika banjir mengenai komponen relay dengan membongkar kotak relay. (OL-7)

BERITA TERKAIT