03 January 2020, 23:00 WIB

Jumlah Atlet akan Dikurangi


Despian Nurhidayat | Olahraga

PERSATUAN Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) berencana mengurangi jumlah atlet yang akan dipersiapkan untuk mengikuti program pemusatan latihan nasional (pelatnas) Olimpiade 2020. Jumlah atlet harus dikurangi lantaran Perbakin harus menyiasati anggaran pelatnas.

“Jadi untuk melaksanakan pelatnas, kami diminta Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk membuat proposal anggaran. Kemungkinan besar dari 19 atlet, kita pangkas antara 10 sampai 11 atlet saja untuk memaksimalkan dana,” ungkap Sekretaris Jenderal Perbakin Firtian Judiswandarta kepada Media Indonesia, kemarin.

Dikatakan Fitrian yang akrab disapa Yudi, para peserta pelatnas akan mengikuti kualifikasi Olimpiade di 23 nomor pertandingan dan mereka yang akan mengikuti program itu bakal dipanggil pada Sabtu (11/1).

Pemangkasan atlet pun nantinya berpengaruh terhadap beberapa ajang yang akan dijalani para atlet di luar negeri mulai bulan depan.

“Dari Februari, kami akan ikut Kejuaraan Eropa di Polandia, terus ada kompetisi di New Delhi, India, pada Maret. Lalu, ada training camp di Jerman dan pada Mei, kami akan ikut lagi Kejuaraan Eropa di Republik Ceko,” terang Yudi.

Yudi mengaku optimistis atlet-atletnya mampu meraih hasil maksimal dalam ajang kualifikasi dan mendapat tiket masuk Olimpiade. Dia pun berharap dana pelatnas bisa segera mungkin di­cairkan untuk memaksimalkan prestasi seluruh atletnya.

Identitas baru

Timnas bola basket putra Indonesia saat ini tengah berbenah untuk menyambut Piala Dunia Basket 2023. Dalam ajang tersebut, Indonesia yang bersama Filipina dan Jepang menjadi tuan rumah, berpeluang besar menjadi peserta jika bisa meningkatkan kualitas pemainnya.

Memiliki skuad yang kompetitif merupakan syarat dari Federasi Basket Dunia (FIBA) untuk Indonesia jika tidak ingin sekadar jadi penonton di Piala Dunia. Indonesia juga harus bisa ikut Piala Asia 2021 dengan cara lolos dari babak kualifikasi.

Ketua Umum Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Danny Kosasih, mengatakan pihaknya telah mengha­dirkan Rajko Toroman sebagai pelatih timnas. Itu menurut Danny merupakan tanda Indonesia serius ingin bisa berpartisipasi di Piala Dunia. Toroman sudah bertugas ketika timnas mengikuti SEA Games 2019 di Filipina.

Selain itu, Perbasi juga menghadirkan calon pemain naturalisasi baru asal Inggris, yakni Lester Prosper. “Timnas saat ini telah berbenah untuk menyambut 2023. Kami menghadirkan pelatih dan pemain asing untuk memperkuat timnas,” ungkap Danny di Jakarta, kemarin.

Perbasi melalui Badan Tim Nasional juga menghadirkan nama baru timnas, yakni Indonesia Patriot, beserta logonya, dan akan mulai dipakai di ajang Liga Basket Indonesia. Identitas baru itu juga akan digunakan pada bulan depan ketika Indonesia menghadapi Korea Selatan dan Filipina dalam laga kualifikasi Piala Asia. (R-3)

BERITA TERKAIT