03 January 2020, 19:56 WIB

Tiongkok Minta Iran-AS Tahan Diri Usai Pembunuhan Jenderal Iran


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Atta Kenare
 AFP/Atta Kenare
Seorang perempuan menunjukkan foto Jenderal Qasim Soleimani yang tewas dalam serangan AS di Irak

TIONGKOK meminta semua pihak yang terkait dengan pembunuhan Komandan Korps Pengawal Revolusi Iran, Jenderal Qassem Soleimani oleh Amerika Serikat.

"Tiongkok menentang penggunaan kekuatan militer dalam hubungan internasional," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang dalam jumpa pers harian, Jumat (3/1).

Pembunuhan jenderal Soleimani menurut Pentagon merupakan perintah langsung Presiden Donald Trump setelah gelombang unjuk rasa pro-Iran mengepung kedutaan Besar AS di Irak. Soleimani tewas dalam serangan di wilayah Irak.

Baca juga : Kongres AS Terbelah Menyikapi Serangan Menewaskan Komandan Iran

"Kami mendesak pihak-pihak terkait, terutama Amerika Serikat, untuk tetap tenang dan menahan diri untuk menghindari ketegangan yang semakin meningkat," imbuh Geng

Dia menegaskan kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Irak harus dihormati.

Geng juga meminta semua pihak untuk mematuhi prinsip-prinsip piagam PBBb dan norma dasar hubungan internasional.

Tiongkok dan Rusia yang merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB merupakan mitra kunci Iran. Ketiganya menggelar latihan militer bersama di Samudera Hindia dan Teluk Oman pekan lalu. Menteru Luar Negri Iran Zavad Zarif juga mengunjungi Tiongkok pekan ini. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT