03 January 2020, 19:43 WIB

BEI Jangan Biarkan Saham Gorengan Merajalela


Ihfa Firdausya | Ekonomi

Antara
 Antara
Suasana di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1), saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020. 

BURSA Efek Indonesia (BEI) selaku otoritas pasar modal Indonesia diminta membersihkan saham-saham gorengan yang kerap merugikan investor. Saham gorengan merujuk pada saham yang dapat tiba-tiba naik tinggi tetapi kondisi fundamentalnya tidak baik.

Menurut Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi, BEI selalu berupaya menjaga bursa dari praktik manipulasi pasar. Hal ini guna menciptakan kewajaran dalam bertransaksi termasuk penciptaan harga yang benar-benar murni.

Menurutnya, BEI memiliki direktorat khusus untuk pengawasan transaksi. "Tujuannya untuk menghilangkan praktik yang menciptakan harga tidak wajar melalui kemungkinan manipulasi harga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab" kata Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (3/1).

Baca juga: Bersihkan Bursa dari Manipulator

Dalam hal pencegahan, lanjutnya, BEI tidak serta-merta memberikan izin pencatatan kepada perusahaan-perusahaan yang hendak listing di bursa.

"Sebelumnya kami lakukan seleksi dari sisi kelengkapan administrasi, kecakapan kapasitas, kemampuan pengembangan usaha, dan tata kelola yang kemungkinan bisa kami periksa lebih awal saat mencatatkan saham," jelas Hasan.

Perusahaan-perusahaan yang tidak memenuhi kriteria di atas bisa ditolak untuk melantai di BEI.

"Beberapa perusahaan yang berminat mencatatkan saham dan ada di pipeline, sebagian di antaranya ada yang kami tolak karena alasan-alasan tadi," katanya.

Untuk perusahaan yang telah masuk ke bursa, BEI melakukan pengawasan dari segi transaksi.

"Perangkat utama kami pengawasan transaksi smart system yang memang secara umum kriteria dan parameter untuk mengawasi transaksi sehari-hari kami tingkatkan. Kalau ada indikasi pelanggaran di pasar, termasuk pembentukan harga yang tidak wajar, pelaku transaksi, jual beli, kami sampaikan ke publik agar ada public expose sejak awal kalau ada UMA (unusual market activity)," tuturnya.

Lebih lanjut BEI juga melakukan beberapa tindakan jika harga-harga saham yang tidak wajar terus berlanjut.

"Kalau berkelanjutan kami suspensi 1 sesi, lalu 1 hari, 1-2 minggu, dan seterusnya sampai investor dapat info yang simetris dan sama dari sumber awalnya, yaitu manajemen dari perusahaan publik," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengimbau BEI dan OJK untuk membersihkan praktik saham gorengan di pasar modal Indonesia. Menurut Jokowi, praktik manipulasi pasar dan transaksi keuangan yang menjurus pada kecurangan (fraud) harus ditindak tegas. (Ifa/A-5)

BERITA TERKAIT