03 January 2020, 18:44 WIB

Menhub: Layanan KRL Duri-Tangerang Kembali Beroperasi Esok


Hilda Julaika | Megapolitan

Antara
 Antara
Warga terdampak banjir beraktivitas di tenda pengungsian di kawasan Stasiun Rawa Buaya, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan sejumlah layanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang sempat tak beroperasi karena banjir akan kembali beroperasi pada Sabtu (4/1) besok. Di antaranya, relasi kereta dari Stasiun Duri ke Stasiun Tangerang dan Kereta Bandara.

"Kami pastikan besok akan beroperasi tapi belum penuh. Kereta bandara masih 1 jam sekali, karena harus gunakan satu rel dulu, satunya lagi masih diperbaiki," jelas Budi saat meninjau di Stasiun Rawa Buaya, Jumat (3/1).

Diketahui sejumlah layanan KRL sempat terhenti disebabkan adanya rel kereta yang tergenang. Hal ini pun menyebabkan beberapa bantalan bergeser dari posisi yang seharusnya. Setidaknya lima stasiun tak beroperasi di antaranya Stasiun Pesing, Stasiun Grogol, Stasiun Taman Kota, Stasiun Bojong Indah, dan Stasiun Rawa Buaya.

Baca juga: DPRD DKI Jakarta Kritik Pemprov yang Tidak Siap Antisipasi Banjir

"Ada kereta dari Tanah Abang atau Duri menuju ke Tangerang tapi di sini juga ada kereta menuju bandara dari Batu Ceper ke arah Bandara Soekarno-Hatta. Makanya tiga hari ini tidak beroperasi karena beberapa tempat terutama dari Stasiun Rawa Buaya sampai ke Stasiun Poris ini ada banjir setinggi 50 cm," papar Budi.

Sementara itu, Kepala PT KAI Daop 1 Dadan Rudiansyah mengatakan agar layanan KRL ini bisa beroperasi penuh perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Sosialisasi berkaitan dengan jalur kiri kereta yang masih digunakan pengungsi.

PT KAI pun akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) setempat mengenai kondisi air dan solusi untuk masyarakat yang tengah mengungsi. "Sosialisasi dulu dengan masyarakat saat ini jalur kiri masih digunakan pengungsi. Kami akan koordinasi dengan pemda setempat apabila belum kering atau masyarakat belum kembali ke daerah masing-masing agar cari solusinya," ujar Dadan.

Ke depannya agar terhentinya layanan ini tidak terjadi lagi, PT KAI berencana untuk melakukan peninggian di jalur rel kereta api sepanjang 500 meter dari Rawa Buaya ini hingga mencapai peninggian setinggi 75 cm. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap, mulai dari proses konstruksi hingga proses operasi. Dengan begitu, KRL biasa maupun Kereta Bandara bisa beroperasi secara bergilir.

"Peninggian rel ini selesai sebelum pertengahan Februari. Kira-kira satu bulan lah," ujar Dadan. (Hld/A-5)

BERITA TERKAIT