03 January 2020, 18:30 WIB

Ketua DPRD: Jajaran Pemprov DKI Jakarta Gagap Hadapi Banjir


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menilai Jakarta tidak siap dalam menghadapi bencana banjir yang saat ini terjadi.

Hal itu dapat terlihat dari gagapnya petugas di lapangan saat mendapat kiriman air dari hulu.

Prasetyo yang juga politikus PDIP itu menyebut petugas rumah pompa terlambat mengoperasikan pompa sehingga menyebabkan banjir tidak dapat dihindari.

"Nggak siap. Katulampa siaga 1, pompa airnya jalan semua. Pertanyaannya pompa airnya sudah dicek semua belum? Kalau nggak dicek, bagaimana air datang baru dinyalain. 'Kelelep' bos. Percuma pompa pakai mesin Jerman punya seperti tidak ada gunanya," kata Prasetyo kepada awak media, Jumat (3/1).

Baca juga: Media Group Serahkan Bantuan Korban Banjir di Kedoya

Ketidaksiapan pemprov dalam menghadapi banjir juga terlihat dari kebingungan PPSU dan petugas-petugas dari masing-masing SKPD di lapangan. Prasetyo melihat hal itu selama memantau langsung penanganan banjir di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada Rabu (1/1) lalu.

"Kemarin kita turun ke Gunung Sahari kita lihat dia menunggu komando saja. Terus mesin penyedot keluar akinya mati. Makanya saya di Gunung Sahari saya cek coba nyalain. Mesin penyedotnya saya liat dulu supaya penanggulangannya bisa tindak lanjut," tandasnya.

Dari segi anggaran, Anies pun disebut tidak memprioritaskan penanganan banjir. Anies bahkan disebut Prasetyo tidak memiliki skala prioritas dalam penganggaran. Sebabnya, seluruh SKPD diberikan porsi anggaran yang hampir merata.

Padahal permasalahan di Jakarta yang paling utama adalah banjir, macet, dan permukiman kumuh.

"Makanya semua SKPD punya hak yang sama. Pertanyaannya adalah prioritas atau tidak prioritas, itu yang dipermasalahkan. Ini semuanya dipukul rata semua SKPD dengan hak yang sama. Sekarang masalahnya apa yang terjadi, masalah banjir, dan macet," tegasnya.

Hingga hari ini Jakarta memasuki hari ketiga banjir. Masih terdapat 12.491 warga yang mengungsi karena belum semua banjir telah surut. Sementara itu ada enam korban meninggal dunia karena hipotermia serta tersengat listrik saat banjir terjadi. (Put/A-5)

BERITA TERKAIT