03 January 2020, 16:22 WIB

Akses Darat Putus, Bantuan Logistik Dikirim Pakai Helikopter


Dede Susianti | Megapolitan

 ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
  ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
 Sejumlah warga melewati jembatan darurat di atas sungai Cidurian, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jabar, Jumat (3/1).3/1

PIHAK Lapangan Udara (Lanud) Atang Sandjaya, bekerja sama dengan sejumlah pihak menerjunkan tim khusus untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat di sejumlah daerah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dilanda bencana dan belum bisa ditembus akses darat.

"Kita membantu masyarakat yang sedang kesulitan. Karena di sana ada akses yang tertutul longsor sehingga tidak bisa masuk. Makanya kita dari ATS membantu,"kata Danlanud ATS Marsekal Madya Ending Sungkana.

Dia mengatakan, pengiriman bantuan itu dilakukan bersama dari pihak Pemerintah Kabupaten Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor dan ada dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor

"Kita bantu masyarakat yang benar-benar saat ini membutuhkan logistik khususnya,"katanya.

Dia mengatakan, untuk saat ini memang belum banyak logistik yang dikirim atau didistribusikan. Dengan menerjunkan satu pesawat helikopter, pihaknya menyasar lima lokasi yang saat ini kondisinya terisolasi.

"Pesawat satu dengan 5 kru dan ada pasukan khas, melokalisir di sana untuk pengamanan. Medan sendiri kita baru riset di google dan di sana terlihat ada beberapa longsoran. Dan informasi dari masyarakat dimungkinkan untum droping bantuan. Saya intruksiman tidak perlu mendarat karena becek,"katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudi Susmanto yang ikut dalam pendistribusian tersebut mengatakan, bantuan berasal dari Kementrian Sosial, anggota DPRD Kabupaten Bogor dan sejumlah pihak.

"Saya ingin melihat kondisi Kabupaten Bogor dilihat dari udara ada 5 daerah terisolir,"kata Rudi.

Sementara itu, Dede Armamsyah Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor menjelaskan, akibat hujan tinggi di tanggal 31 Desember 2019 dan 1 Januari di 2020 terjadi longsor di beberapa wilayah. Di Kecamatan Sukajaya ada 7 desa, di Cileuksa ada lima titik.

"Tiga desa yang belum bisa diakses yakni Drsa Cileuksa, Desa Cisarua dan Desa Kiara Sari. Saking terputusnya akses ke tiga deaa ini kita tidak punya informsi karen jaringan telekomunikasi dan jaringan listrik terputus,"pungkasnya. (DD/OL-09)

BERITA TERKAIT