03 January 2020, 15:22 WIB

Perusahaan Asuransi Diminta Proaktif Bantu Klaim Korban Banjir


Andhika Prasetyo | Ekonomi

DIREKTUR Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Dody Dalimunthe, meminta perusahaan-perusahaan asuransi segera merespons klaim pemegang polis yang menjadi korban bencana banjir di awal 2020 ini.

Bahkan, ia mendesak kepada seluruh perusahaan untuk proaktif. Dalam situasi seperti ini, menurut dia, perusahaan asuransi perlu ikut mendata kerusakan atau kerugian yang diderita para pemegang polis.

“Perusahaan asuransi diharapkan dapat memberikan respons cepat terhadap pengajuan klaim dari tertanggung, sekaligus melakukan survei dengan bekerja sama dengan pihak tertanggung," ujar Dody kepada Media Indonesia, Jumat (3/1).

Upaya pendataan bisa dilakukan perusahaan dengan memetakan lokasi mana saja yang terdampak banjir cukup parah.

Dari pemetaan itu, perusahaan bisa melihat berapa banyak konsumen mereka yang tinggal di daerah tersebut.

"Berbekal data tempat tinggal pemegang polis, perusahaan semestinya mengetahui apakah konsumen mereka terdampak banjir atau tidak," tuturnya.

Baca juga: Mitigasi Kurangi Efek Bencana

Dody sudah memperkirakan klaim asuransi umum terutama untuk properti dan kendaraan akan meningkat pada musim hujan seperti saat ini.

Akan ytetapi, menurutnya, hal tersebut tidak akan memengaruhi manajemen risiko industri asuransi umum secara signifikan. Saat ini, manajemen risiko dari industri relatif masih terkontrol.

Properti dan kendaraan memang telah menjadi dua lini bisnis utama dari industri asuransi umum.

Berdasarkan data AAUI, sepanjang Januari-September 2019, sebanyak 26% dari pangsa pasar asuransi umum merupakan lini properti, disusul lini kendaraan dengan 24%. Total kedua lini itu sudah mencapai 50% dari pangsa pasar.

Pada periode yang sama, klaim yang diajukan dari lini properti pun mencapai 18,3% dan dari kendaraan mencapai 23,3%. (A-4)

BERITA TERKAIT