03 January 2020, 14:57 WIB

Inflasi Terendah dalam 20 Tahun, Gubernur BI: Ada Empat Faktor


Ihfa Firdausya | Ekonomi

LAJU inflasi sepanjang 2019 tercatat sebesar 2,72%. Angka tersebut merupakan yang terendah dalam dua dekade terakhir.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan ada empat faktor yang menyebabkan rendahnya inflasi tersebut. Yang pertama adalah kesenjangan antara sisi produksi dan permintaan.

"Tekanan harga dari sisi permintaan itu sangat rendah dan itu terlihat utamanya dari inflasi inti. Kalau istilah teknisnya disebut kesenjangan outlook atau outlook gap. Outlook gapnya itu masih negatif," ujar Perry seusai salat jumat di Masjid Bank Indonesia (3/1).

Menurutnya, inflasi inti mencerminkan seberapa jauh pasokan bisa memenuhi permintaan. Faktor kedua adalah koordinasi pemerintahan pusat dan daerah serta BI untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan dan keterjangkauan harganya membuat inflasi kelompok volatile food juga rendah.

"Bahkan, sejumlah barang komoditas deflasi, seperti bawang merah. Cabe naik sedikit. Hampir seluruh komponen bahan makanan itu juga mengalami inflasi rendah bahkan mengalami deflasi," jelasnya.

Faktor ketiga adalah stabilnya nilai tukar rupiah dan cenderung apresiasi. Menurut Perry, tekanan harga dari eksternal dan global sangat rendah.

"Bahkan tidak signifikan karena nilai tukar terkendali, membuat barang-barang dalam negeri atau yang diimpor itu rendah," katanya.

Faktor terakhir adalah terjaganya ekspektasi harga-harga ke depan. Perry menuturkan, survei harga konsumen dan juga perkiraan-perkiraan inflasi para ekonom, produsen, dan konsumen terjaga rendah.

"Empat faktor itu yang menyebabkan kenapa inflasi rendah dan terkendali. Alhamdulillah 2019 terendah sejak 20 tahun terakhir sejak 1999," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT