03 January 2020, 14:49 WIB

Pengunjung Museum Penanggulangan Terorisme Meningkat


Arnoldus Dhae | Nusantara

MI/Arnoldus Dhae
 MI/Arnoldus Dhae
Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R Golose saat meresmikan Museum Penanggulangan Terorisme dua bulan lalu. Kini museum itu jadi ikon wisata.a

WALAU  baru dua bulan diresmikan, Museum Penanggulangan Terorisme di Bali terus dibanjiri kunjungan. Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan, jumlah kunjungan sampai saat ini sudah mendekati 3 ribuan orang. Pada akhir Desember 2019, total sementara kunjungan sudah lebih dari 2 ribu orang. Sampai hari ini  3 Januari 2020 diprediksi jumlah kunjungan sudah mencapai tiga ribu orang. 

"Mereka datang dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar dan mahasiswa hingga masyarakat umum. Antusiasme masyarakat untuk mengetahui tentang penanggulangan terorisme sangat tinggi di Bali. Bahkan SPN Singaraja misalnya, mahasiswa calon anggota Polri juga antusias mengunjungi museum terbaru di Bali tersebut," ujarnya di Denpasar, Jumat (3/1/2020).

Jumlah kunjungan yang terus meningkat tersebut bukan hanya berasal dari masyarakat dalam negeri khususnya di Bali. Masyarakat dari berbaga negara di dunia yang kebetulan sedang berada di Bali juga menjadikan Museum Penanggulangan Terorisme sebagai obyek wisata baru. Mereka memasukkan museum yang berisikan tentang penanganan bom Bali 1 dan 2 tersebut sebagai obyek wisata edukasi di Bali. Kunjungan terbaru berasal dari Republik Rakyat Tiongkok.

Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Gou Haodong bersama rombongan mengunjungi Museum Penanggulangan Terorisme di Jalan WR Supratman, Denpasar Timur, Kamis sore (2/1). Mereka melihat foto dokumentasi dan peralatan yang digunakan oleh para teroris saat tragedi bom Bali I dan II tahun 2002 dan 2005. Dalam kunjungan tersebut, Gou Haodong  mengaku senang bisa melihat secara langsung apa saja yang  digunakan teroris. Dan bagaimana proses terjadinya peristiwa bom Bali I dan II. Ia juga mengapresiasi kinerja Polri yang dengan cepat mampu mengungkap dan menangkap para pelaku terorisme yang menewaskan ratusan orang. 

"Museum ini sangat bagus dan dapat dijadikan sebagi pusat informasi dan mengedukasi masyarakat yang belum tahu bagaimana kejamnya aksi terorisme itu," kata Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok Gou Haodong.

baca juga: Harga Cabai Merah di Sukabumi Mulai Naik

Sementara Bripda Christin Dessy Natalia yang bertugas sebagai pemandu museum mengaku sangat bangga dengan kedatangan Konjen RRT ke Museum Penanggulangan Terorisme. Menurutnya, museum ini tidak hanya menarik kunjungan para pelajar serta masyarakat lainnya, tetapi juga konsulat dari berbagai negara.

"Konsulat Jendral RRT tertarik datang kesini karena ingin mengetahui apa saja informasi yang bisa didapatkan saat di dalam museum," ujar Bripda Dessy. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT