03 January 2020, 14:39 WIB

Harga Cabai Merah di Sukabumi Mulai Naik


Benny Bastiandy | Nusantara

HARGA komoditas cabai merah besar dan keriting di pasar tradisional dan semimodern di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus merangkak naik. Kondisi tersebut kemungkinan dipicu kondisi cuaca yang menyebabkan kualitas dan kuantitas komoditas tersebut berkurang. Cabai merah besar misalnya, di Pasar Cisaat memasuki awal tahun ini di kisaran Rp28 ribu, namun sekarang naik jadi Rp29 ribu. Pun di Pasar Cibadak, hanya selang beberapa hari naik dari Rp35 ribu menjadi Rp44 ribu, di Pasar Parungkuda masih di kisaran Rp40 ribu, di Pasar Cicurug semula Rp36 ribu naik jadi Rp40 ribu, di Pasar Palabuhanratu di kisaran Rp40 ribu, di Pasar Sukaraja Rp25 ribu, dan di Pasar Surade turun dari Rp50 ribu menjadi Rp40 ribu. Dirata-ratakan harganya semula Rp36.286 naik jadi Rp36.857 per kg.

Sementara itu penaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai merah keriting. Di Pasar Cisaat semula Rp30 ribu naik jadi Rp32 ribu, di Pasar Cibadak semula Rp35 ribu jadi Rp44 ribu, di Pasar Parungkuda semula Rp37 ribu jadi Rp45 ribu, di Pasar Cicurug dari Rp36 ribu jadi Rp40 ribu, di Pasar Palabuhanratu di kisaran Rp40 ribu, di Pasar Sukaraja semula Rp30 ribu jadi Rp38 ribu, di Pasar Surade Rp45 ribu, dan di Pasar Sagaranten melonjak drastis dari Rp25 ribu jadi Rp60 ribu. Dirata-ratakan harganya naik dari Rp34.750 menjadi Rp43 ribu per kg.

Kepala Dinas Perdagangan dan KUKM Kabupaten Sukabumi, Ardiana Trisnawiana, mengatakan penaikan harga sejumlah komoditas sayuran saat ini terjadi sejak  mulai tingginya intensitas curah hujan. Penaikan yang cukup menonjol terjadi pada komoditas cabai merah serta bawang merah.

baca juga: Tim Gabungan masih Cari Korban yang Hilang

"Harga komoditas sayuran yang saat ini cukup menonjol terjadi pada cabai merah besar dan keriting. Kalau bawang merah sempat melonjak, tapi sekarang sudah mulai turun lagi," kata Ardiana, Jumat (3/1/2020).

Ardiana memperkirakan naiknya harga cabai merah dan komoditas sayuran lain lebih karena faktor cuaca. Artinya, selama musim hujan sejak sebulan lalu, pasokan secara bertahap mulai berkurang.

"Berfluktuasinya harga komoditas sayuran itu memang kadang tergantung cuaca. Kalau hujan seperti sekarang bisa jadi dari kuantitas produksi panen  agak sedikit berkurang," tuturnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT