03 January 2020, 11:25 WIB

Berdongeng untuk Pengungsi Cipinang Melayu


Ant/J-1 | Humaniora

DOK TAGANA
 DOK TAGANA
Menteri Sosial Juliari P Batubara dan Dirjen Linjamsos Kemensos Harry Hikmat (kedua kiri) di Kampung Pulo, Jakarta, kemarin. 

SEJUMLAH relawan dari Kampung Dongeng Indonesia memberi hiburan bagi anak-anak pengungsi korban banjir Cipinang Melayu, Jakarta Timur, kemarin.

Awam Prakoso, pendiri komunitas Kampung Dongeng Indonesia, mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak pengungsi yang menjadi korban banjir.

“Kita memberikan keceriaan, kebahagian kepada anak-anak karena orangtua mereka terkena banjir luar biasa di Jakarta ini. Untuk itu kami memberikan kecerian, kebahagiaan, dan juga edukasi kepada anak-anak,” kata Awam Prakoso, atau yang akrab dipanggil Kak Awan, di lokasi pengungsian korban banjir Cipinang Melayu di Universitas Borobudur, Jakarta Timur.

Anak-anak yang ditemani oleh orangtua mereka tampak bahagia dan tertawa ketika mengikuti kegiatan dongeng dari para relawan tersebut.

“Kegiatannya ada bermain, terus berkreasi, dan nanti ada bercerita. Dan ini penting ditekankan ketika nanti anak mendengarkan cerita akan banyak sekali pesan mulia yang dapat diambil agar kedepannya lebih baik,” ujarnya.

Awam berharap kegiatan ini dapat membuat anak-anak melupakan trauma setelah mengalami musibah banjir beberapa waktu lalu.

“Kita akan setiap hari berada di sini memberikan pendampingan secara langsung kepada anak-anak,” katanya.

Kak Awam memiliki mimpi agar anak-anak bisa bermain dan belajar melalui dongeng, yang menurut dia, sudah mulai tergerus dan ditinggalkan oleh pembentuk karakter anak, yakni sekolah dan keluarga.

“Sekolah saat ini sudah lebih berfokus kepada kurikulum pendidikan sehingga terkadang abai terhadap nilai-nilai karakter dan budi pekerti,” ujarnya

Sementara itu, berdasarkan data di posko pengungsian korban banjir di Universitas Borobudur, terdapat 926 jiwa yang mengungsi dari dua RW yang berada di Kelurahan Cipinang Melayu.

Total pengungsi laki-laki sebanyak 467 jiwa dan perempuan sebanyak 259 jiwa, yang terbagi menjadi 51 lansia, 114 balita, dan 8 ibu hamil. (Ant/J-1)

BERITA TERKAIT