03 January 2020, 12:15 WIB

Angkatan Laut Australia Evakuasi Warga Korban Kebakaran


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

abc.net.au
 abc.net.au
Langit merah akibat kebakaran hutan di Kota Mallacoota

ANGKATAN Laut Australia telah mengevakuasi orang-orang yang terjebak di Kota Mallacoota yang hancur akibat kebakaran hutan yang memengaruhi Pantai Victoria.

“Dua kapal, HMAS Choules dan MV Sycamore, akan menjemput sekitar 1.000 orang,” kata anggota parlemen Darren Chester seperti dilansir BBC, Jumat (3/1).

Chester menyebutnya sebagai relokasi massal yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Kondisinya berasap tapi baik-baik saja," tambahnya.

Baca juga: Jelang Pesta Kembang Api, Kebakaran Hutan Australia Makin Parah

Sekitar 4.000 penduduk dan turis melarikan diri ke pantai pada Senin (30/12) malam, ketika kebakaran hutan melanda kota.

Militer mengevakuasi sekitar 60 orang melalui udara tadi malam.

Pada Kamis (2/1) malam, 963 orang telah mendaftar untuk evakuasi angkatan laut pada Jumat (3/1), dengan beberapa lagi melakukannya pagi ini, kata Komandan Scott Houlihan.

Pengungsi akan berlayar ke Port Welshpool, media lokal melaporkan--perjalanan 16 jam menyusuri pantai Victoria.

Kapal yang lebih besar, HMAS Choules, memiliki beberapa ratus tempat tidur. Perjalanan selanjutnya dimungkinkan, tergantung permintaan.

Menteri Utama Victoria Daniel Andrews menyatakan keadaan bencana untuk enam wilayah dan resor, termasuk Mallacoota.

Ribuan orang juga melarikan diri dari bagian tetangga New South Wales, tempat keadaan darurat diberlakukan.

Sejak September, kebakaran telah menewaskan 19 orang di kedua negara bagian.

Lebih dari 1.200 rumah telah hancur. Setidaknya 28 orang masih dinyatakan hilang setelah kebakaran minggu ini saja.

Sementara itu, Perdana Menteri Scott Morrison diserang atas tanggapannya terhadap kebakaran.

Dia diejek oleh penduduk setempat yang marah di Cobargo, New South Wales, dan harus mempersingkat kunjungannya ke kota yang dilanda kebakaran.

Dalam konferensi pers, Jumat (3/1), dia mengatakan dia memahami kemarahan orang-orang dan bahwa mereka telah ‘sangat menderita’.

Morrison juga menghadapi kritik atas kebijakan perubahan iklimnya, dengan banyak yang mengatakan tindakan segera harus diambil.

Tetapi dia menegaskan Australia memenuhi tantangan lebih baik daripada kebanyakan negara dan memenuhi target internasional.

Pemimpin oposisi dari Partai Buruh Anthony Albanese mengatakan pemerintah tidak melakukan langkah atau tindakan yang cukup.

Morrison sebelumnya dikritik karena pergi berlibur ke Hawaii ketika krisis kebakaran hutan memburuk. Kemarahan publik atas ketidakhadirannya akhirnya memaksanya untuk memangkas perjalanan.

Menteri Utama New South Wales Gladys Berejiklian telah menyatakan keadaan darurat selama sepekan, yang dimulai pukul 08:00 waktu setempat pada Jumat (3/1).

Temperatur tinggi dan angin kencang diperkirakan akan berlangsung di akhir pekan, yang mengarah ke bahaya kebakaran ekstrem yang meluas.

Pemerintah negara bagian telah memperingatkan bahwa kondisinya mungkin setidaknya sama buruknya dengan Malam Tahun Baru, ketika ratusan rumah hancur.

Ahli meteorologi mengatakan sistem iklim di Samudera Hindia, yang dikenal sebagai dipol, adalah pendorong utama di balik panas ekstrem di Australia.

Namun, banyak bagian Australia berada dalam kondisi kekeringan, beberapa selama bertahun-tahun, yang telah membuat kebakaran lebih mudah menyebar dan bertambah. (BBC/OL-2)

BERITA TERKAIT