03 January 2020, 11:30 WIB

Tahun Ini, Pemerintah Targetkan Bangun 2 Ribu BLK Komunitas


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MI/Yohanes Manasye
 MI/Yohanes Manasye
Peserta pelatihan mekanik di BLK milik kongregasi SVD di Borong, Manggarai Timur.

PEMERINTAH melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menargetkan membangun 2 ribu balai latihan kerja (BLK) komunitas pada tahun ini.

Angka tersebut ditetapkan jauh lebih besar dari jumlah BLK komunitas yang dibuka sejak 2017 hingga 2019 yakni sebanyak 1.113 unit.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan program pengembangan BLK komunitas merupakan sebuah terobosan dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal.

Balai-balai latihan tersebut dibangun di kawasan lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren, seminari, dhammasekha, dan pasraman guna memberikan hard skill dan melengkapi soft skill serta pendidikan karakter yang telah diberikan pada lembaga pendidikan formal.

Baca juga: Menaker Tinjau Balai Latihan Kerja Terdampak Banjir

"Dengan program ini, para santri atau murid dari lembaga pendidikan keagamaan serta masyarakat di sekitar bisa memiliki akses untuk mendapatkan pelatihan ketrampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal," ujar Ida melalui keterangan resmi, Jumat (3/1).

Penentuan kejuruan di BLK komunitas sudah didasarkan pada permintaan pihak penerima bantuan, dalam hal ini lembaga pendidikan keagamaan di tiap-tiap lokasi, supaya lebih tepat sasaran.

"Karena mereka adalah pihak yang paling mengetahui potensi apa yang terdapat di daerah itu. Pasti ada penyesuaian atau link and match antara BLK yang dibangun dan industri yang ada di sekitar BLK komunitas tersebut," jelas Ida.

Selain untuk memenuhi kebutuhan industri setempat, melalui BLK komunitas, pemerintah juga berupaya menghasilkan banyak wirausahawan yang tentunya bisa menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang.

Ida menambahkan setiap lembaga pendidikan penerima bantuan akan mendapatkan dukungan berupa pembiayaan pembangunan satu unit gedung workshop, peralatan pelatihan vokasi untuk satu kejuruan, bantuan biaya operasional dan bantuan biaya untuk melaksanakan dua  paket program pelatihan.

Adapun sepuluh program pelatihan vokasi yang sudah dikembangkan di BLK komunitas meliputi kejuruan teknik otomotif, kejuruan teknik las, kejuruan processing atau pengolahan hasil pertanian dan perikanan, kejuruan wood working, kejuruan teknologi informasi dan komunikasi, kejuruan menjahit, kejuruan refrigeration dan teknik listrik, kejuruan industri kreatif dan kejuruan bahasa. (OL-2)

BERITA TERKAIT