03 January 2020, 09:55 WIB

Masyarakat DIY Waspadai Hujan Deras Disertai Angin dan Petir


Agus Utantoro | Nusantara

Antara
 Antara
Cuaca buruk berupa hujan disertai angin dan petir akan melanda Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sepekan. 

STASIUN Klimatologi (Staklim) Mlati BMKG Yogyakarta meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir, genangan dan longsor, serta pohon dan baliho tumbang akiat hujan deras disertai angin kencang dan petir. Kepala Staklim Mlati BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, Kamis (2/1/2020) mengatakan, potensi hujan deras yang disertai angin kencang dan petir diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah DIY hingga beberapa hari ke depan.

Menurut dia, jika terjadi petir, masyarakat diharapkan tidak banyak menggunakan peralatan elektronika.

"Kondisi atmosfer saat ini hingga beberapa hari ke depan diindikasikan mengalami fenomena skala regional hingga lokal. Yaitu aktifnya monsun Asia," jelas Reni, Jumat (3/1/2020).

Menurut dia, aktifnya monsun Asia ini menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia, terbentuknya pola konvergensi sehingga terjadi perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah. 

"Serta suhu permukaan laut di wilayah sekitar Perairan Pulau Jawa yang cukup hangat," jelasnya. 

Selain itu, lanjutnya, ada fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave) yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia. Menanggapi peringatan dini ini, BPBD Kabupaten Bantul menetapkan status menyiapkan sejumlah langkah agar tidak terjadi korban baik korban jiwa dan material akibat bencana banjir dan tanah longsor.

"Kami sejak musim hujan sudah menetapkan siaga darurat baik banjir dan tanah longsor. Serta membuat 20 pos pantau yang ada di berbagai aliran  sungai di Bantul," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto.

Ia mengatakan, sebagai langkah awal BPBD Kabupaten Bantul telah mendirikan setidaknya 20 pos pemantauan aliran sungai. 

"Kami juga  berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta," tambahnya. 

Melalui 20 pos pantau tersebut maka tinggi debit air di sungai yang melintas di Bantul akan diketahui. Lebih jauh Dwi mengatakan daerah aliran sungai yang melewati Bantul dan patut diwaspadai berpotensi terjadi luapan adalah Sungai Opak dan Sungai Oya karena dua sungai tersebut menjadi muara dari beberapa sungai yang berhulu di wilayah Sleman dan kemudian melintas Bantul masuk ke Samudra Hindia.

baca juga: Termakan Isu Tsunami, Warga Desa Ramai-Ramai Mengungsi


Ia meminta warga yang berada di zona merah baik yang rawan banjir atau longsor maka ketika hujan lebat dengan durasi lama diminta untuk melihat lingkungan jika ada potensi bencana untuk menyingkir ke tempat lebihaman untuk sementara waktu. Tak hanya potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, Stasiun Klimatologi Mlati juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Samudra Hindia khususnya di sebelah selatan DIY. 

Prakirawan Staklim Mlati, Indah Retno Wulan mengatakan, dengan adanya  potensi gelombang tinggi ini masyarakat yang beraktivitas di kawasan  perairan Samudera Hindia diharapkan waspada. 

"Ini bisa berbahaya bagi nelayan yang menggunakan perahu kecil," kata Indah.

Menurut dia, wisatawan pun juga diharap mengikuti petunjuk petugas yang  ada di lokasi. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT