02 January 2020, 21:22 WIB

Bupati Karawang Imbau Warga Waspadai Ular


Cikwan Suwandi | Nusantara

MI/Cikwan Suwandi
 MI/Cikwan Suwandi
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat melakukan rapat koordinasi di Kantor BPBD Karawang

BUPATI Karawang Cellica Nurrachadiana mengimbau warganya yang menjadi korban banjir untuk waspadai ular. Hewan melata itu bisa saja menggigit karena mereka keluar dari sarangnya yang juga ikut terendam air.

"Ada satu warga yang tergigit ular saat Banjir. Kemarin itu di Cilamaya," kata Cellica seusasi memimpin rapat koordinasi penanggulangan banjir dI Kantor Badan Penanggulangan Benca Daerah (BPBD) Karawang, Kamis (2/1).

Cellica mengimbau warganya agar berhati-hati ketika mengarungi genangan banjir.

 "Jangan berjalan telanjang kaki di genangan banjir, harus pakai sepatu boot," katanya.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat yang hendak membersihan rumah dari sisa-sisa banjir juga harus selalu waspada. Sebab, bukan hal yang mustahil ada ular bersembunyi di dalam rumah.

Sepanjang November hingga Desember 2018, sedikitnya 15 warga Karawang yang terpatuk ular dan di rujuk ke RSUD setempat. Terakhir adalah saat banjir beberapa hari lalu.

"Alhamdulillah semua yang dikirim ke RSUD sudah bisa terlayani," ungkapnya.

Cellica menjelaskan, saat ini banjir di Kabupaten Karawang sudah mulai surut. Namun demikian, pihaknya tetap selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

Apalagi, pihak BMKG memprediksi curah hujan dengan instensitas tinggi akan berlangsung hingga Februari nanti. "Semua lini kami siagakan, seperti perahu karet, obat-obatan, juga logistik lainnya," kata Cellica.

Kepala BPBD Karawang menjelaskan, banjir yang terjadi di hari pertama tahun 2020 di Kabupaten Karawang telah menerjang 6 kecamatan. Sementarah jumlah desa yang diterjang banjir tercatat ada 11 desa.

Disebutkan juga, akibat bencana banjir itu ada 2.807 KK yang terdampak dengan jumlah jiwa 7.986 orang. Sedangkan sawah yang terendam banjir mencapai  100 hektare. (OL-11)

BERITA TERKAIT